Vaksin Pfizer-BioNTech Efektif Atasi Mutasi Virus Corona?

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ditemukannya mutasi virus corona di Inggris beberapa waktu lalu, membuat masyarakat khawatir. Hal ini lantaran penyebaran mutasi virus baru corona tersebut diketahui lebih cepat. Kekhawatiran juga muncul terkait dengan efektivitas vaksin yang diprogramkan oleh pemerintah Inggris.

Namun baru-baru ini sebuah studi laboratorium yang dilakukan ditemukan bahwa vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech tampaknya bekerja melawan mutasi kunci dalam varian baru virus corona sangat mudah menular yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Studi yang belum ditinjau oleh rekan sejawat oleh Pfizer dan ilmuwan dari University of Texas Medical Branch menunjukkan vaksin itu efektif dalam menetralkan virus mutasi protein lonjakan N501Y.

Mutasi tersebut bertanggung jawab atas penularan yang lebih besar dan ada kekhawatiran bahwa hal itu juga dapat membuat netralisasi antibodi yang lolos dari virus yang ditimbulkan oleh vaksin, kata salah satu ilmuwan vaksin virus top Pfizer, Dr Phil Dormitzer.

Penelitian dilakukan pada darah yang diambil dari orang yang telah diberi vaksin. Penemuannya terbatas karena tidak melihat rangkaian lengkap mutasi yang ditemukan pada varian baru dari virus yang menyebar dengan cepat.

Dr Dormitzer mengatakan bahwa vaksin tersebut tampaknya efektif melawan mutasi, serta 15 mutasi lain yang sebelumnya telah diuji oleh perusahaan.

"Jadi kami sekarang telah menguji 16 mutasi berbeda, dan tidak satupun dari mereka benar-benar berdampak signifikan. Itu kabar baik. Itu tidak berarti bahwa tanggal 17 tidak akan melakukannya," kata dia seperti dikutip dari laman Asiaone.

Dr Dormitzer mencatat mutasi lain yang ditemukan pada varian Afrika Selatan, yang disebut mutasi E484K, juga mengkhawatirkan.

Para peneliti berencana menjalankan tes serupa untuk melihat apakah vaksin itu efektif melawan mutasi lain yang ditemukan di varian Inggris dan Afrika Selatan dan berharap mendapatkan lebih banyak data dalam beberapa minggu.

Para ilmuwan telah menyatakan keprihatinan bahwa vaksin yang diluncurkan mungkin tidak dapat melindungi dari varian baru, terutama yang muncul di Afrika Selatan.

Ahli mikrobiologi seluler dari University of Reading, Associate Professor Simon Clarke, mengatakan minggu ini bahwa meskipun varian Inggris dan Afrika Selatan memiliki beberapa fitur baru yang sama, namun yang ditemukan di Afrika Selatan "memiliki sejumlah mutasi tambahan" yang mencakup perubahan yang lebih ekstensif pada protein lonjakan.

Vaksin Pfizer-BioNTech dan dari Moderna, yang menggunakan teknologi RNA messenger sintetis, dapat dengan cepat disesuaikan untuk mengatasi mutasi baru dari virus jika perlu. Para ilmuwan telah menyarankan perubahan bisa dilakukan hanya dalam enam minggu.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak