Vaksin Pfizer Diklaim Berhasil, Kekayaan Pemiliknya Langsung Melonjak

Daurina Lestari, Fajria Anindya Utami
·Bacaan 2 menit

Berita vaksin buatan Pfizer soal keefektifan vaksin Covid-19 buatannya datang hampir seminggu setelah Pemilu AS 2020. Namun CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan hal ini tak ada hubungannya dengan politik.

Dilaporkan CNN Business, Pemerintahan Trump dengan cepat memuji berita menjanjikan vaksin Pfizer itu. Wakil Presiden Mike Pence mengungkap lewat Twitter-nya bahwa perkembangan Pfizer adalah berkat kemitraan publik-swasta yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump.

Berkat Teknologi, Bikin Vaksin Jadi Secepat Kilat

Forbes melaporkan, saham Pfizer langsung menguat pada hari Senin usai raksasa farmasi itu mengumumkan hasil positif dari uji coba fase tiga vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan kemitraan bersama perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech.

Uji coba tersebut menunjukkan bahwa vaksin itu 90 persen efektif melawan virus corona. Berita ini langsung mendorong lonjakan 14% di saham BioNTech dan mengangkat kekayaan pendirinya, Ugur Sahin, dan investor terbesar firma tersebut, Thomas dan Andreas Struengmann.

Tiga miliarder itu merasakan kekayaan yang meroket berkat saham yang juga melonjak. Kekayaan bersih Sahin meningkat lebih dari USD500 juta (Rp7 triliun) membuat kekayaannya menjadi sekitar USD4,4 miliar (Rp61,8 triliun).

Sementara Struengmann bersaudara itu secara kolektif menambahkan hampir USD1,5 miliar (Rp21 triliun) ke kekayaan mereka, dengan masing-masing dari mereka bernilai sekitar USD10,4 miliar (Rp146 triliun). Sahin yang berusia 54 tahun, pertama kali bergabung dengan klub miliarder awal tahun ini ketika berkat saham BioNTech naik dari berita positif dari kolaborasi vaksinnya dengan Pfizer.

Ugur Sahin mendirikan BioNTech di kota Mainz, Jerman barat pada tahun 2008 dengan dukungan dari Struengmann bersaudara yang telah berinvestasi di perusahaan sebelumnya, Ganymed Pharmaceuticals. Perusahaan itu dulu didirikan oleh Sahin dan istrinya yang merupakan seorang ahli imunologi, Özlem Türeci, pada tahun 2001.

Pada tahun 2016, Ganymed Pharmaceuticals dijual ke Astellas Pharmaceuticals dengan harga USD460 juta ditambah tambahan USD940 juta jika pencapaian tertentu tercapai.

Tidak seperti vaksin sebelumnya yang mengandalkan virus yang dilemahkan untuk memacu kekebalan tubuh, vaksin Pfizer-BioNTech menggunakan messenger RNA, molekul dalam sel yang mengontrol produksi protein, untuk mengarahkan sistem kekebalan dan membuat antibodi guna melawan virus corona.

Ini adalah teknologi baru yang juga dipelopori oleh Moderna, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Cambridge, yang sahamnya turut naik 9%.

Sementara itu, pengumuman Pfizer mendorong optimisme bahwa dunia pasca-Covid sudah di depan mata. Hal ini turut berakibat pada saham teknologi yang diutungkan karena pandemi, seperti Zoom dan Amazon.

Kekayaan CEO dan pendiri Zoom Eric Yuan telah terpukul karena saham Zoom anjlok 14%, memangkas kekayaan bersihnya sebesar USD3 miliar (Rp42 triliun) menjadi USD18,9 miliar (Rp265 triliun). Sementara Jeff Bezos, dengan kekayaan bersihnya mencapai USD188,8 miliar (Rp2.653 triliun), juga mengalami penurunan kekayaan sebesar USD4,6 miliar (Rp64 triliun) karena saham Amazon turun sebesar 2,5%. (kurs Rp14.053/dolar)