Vaksin Pfizer untuk Gubernur Banten hingga Pelajar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Serang - Gubernur Banten, Wahidin Halim, menerima suntikan vaksin Pfizer dosis pertama dirumah pribadinya, di Pinang, Kota Tangerang. Orang nomor satu di Banten itu disuntik oleh vaksinator dari Dinkes Banten.

Sebelum disuntik, pria berusia 67 tahun itu diperiksa dulu kesehatannya, seperti tekanan darah hingga suhu tubuh, yang semuanya normal. Wahidin mengaku tidak merasakan apa pun usai mendapat vaksin Covid-19.

"Mudah-mudahan vaksinasi salah satu upaya mencegah Covid-19. Tidak merasakan apa-apa," kata Gubernur Banten, Wahidin Halim, melalui keterangan resminya, Selasa (24/8/2021).

Pelajar SMA Sederajat Di Vaksin

Pemprov Banten juga tengah mengejar target vaksinasi untuk pelajar, agar para siswa dan guru bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Vaksinasi dilakukan di sekolah yang menjadi kewenangan pemprov, seperti tingkat SMA sederajat.

"Sekolah kewenangan provinsi di wilayah Kota Tangerang juga telah melaksanakan vaksinasi, siapa bilang belum, jangan sok tahu," terangnya.

Setiap pelajar maupun mahasiswa bisa mengikuti vaksinasi di mana pun dia berada, tanpa terbatas zonasi atau kedaerahan.

Menurut Jubir Satgas Covid-19 yang juga Kadinkes Banten, Ati Pramudji Astuti, dalam pelaksanaan vaksinasi, Pemprov Banten mempunyai tugas sebagai regulator, fasilitator, dan distributor vaksin ke kabupaten dan kota.

Sedangkan, untuk teknis pelaksanaan ada pada Kabupaten/Kota. Kemudian vaksinasi remaja juga harus dilakukan pemerintah daerah, mulai tingkat SMA sederajat hingga perguruan tinggi di wilayahnya masing-masing.

"Remaja mulai siswa SMP, SMA, perguruan tinggi, tetap menjadi prioritas vaksinasi yang vaksinnya sudah didistribusikan ke kabupaten dan kota," kata Jubir Satgas Covid-19, Ati Pramudji Astuti, Selasa (24/08/2021).

Capaian Vaksin di Banten

Berdasarkan data dari Dinkes Banten,ada 9.229.383 orang yang menjadi target vaksin. Untuk dosis pertama, sudah diberikan kepada 2.416.414 orang atau 26,18 persen.

Sedangkan dosis kedua, baru diberikan kepada 1.246.616 orang atau baru 13,51 persen. Kemudian dosis ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan (nakes), baru diberikan kepada 17.022 atau 37,36 persen dari target 45.566 orang nakes.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel