Vaksin Sinovac Tiba di Sulsel, Makassar Dapat Jatah Terbanyak

Hardani Triyoga, Satria Zulfikar (Mataram) , Irfan ,
·Bacaan 3 menit

VIVAVaksin COVID-19 Sinovac sudah tiba di Sulawesi Selatan setelah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa, 5 Januari 2020. Vaksin telah diangkut dan dibawa ke tempat penyimpanan dengan menggunakan mobil boks.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, mengatakan pendistribusian vaksin COVID-19 akan dilakukan secara bertahap.

Provinsi Sulsel mendapat jatah sebanyak 66.640 unit vaksin COVID-19 dari pusat. Sebagai tahap awal, sekitar 30.000 unit terlebih dulu akan digunakan. Sementara itu, sisanya diharapkan rampung tersalurkan sebelum tanggal 14 Januari.

“Jumlah vaksin yang akan disebarkan itu 66.640 unit dan ini jumlahnya sama dengan sasarannya. Adapun distribusi vaksin kita hari ini mulai akan masuk. Insya Allah datang ini 30.000, karena prosesnya ini bertahap,” jelas Ichsan.

Ichsan menyebut, ada beberapa kriteria penerima vaksin dan itu akan di-lauching pada 14 Januari 2021 mendatang. Namun, kata dia, yang akan diprioritaskan adalah tenaga kesehatan.

“Insya Allah, di-launching pada tanggal 14 Januari 2021. Dan untuk saat ini sasaran untuk tahap pertama tenaga kesehatan,” ujar Ichsan.

Sementara, dari puluhan ribu vaksin itu, lanjut Ichsan, jatah di tiap kabupaten/kota akan berbeda. Sebab, hal itu merujuk pada pertimbangan dari tiap daerah yang tergantung banyaknya tenaga kesehatan jadi sasaran vaksinasi.

Merujuk data Dinkes Sulsel, Kota Makassar mendapat jatah alokasi vaksin COVID-19 terbesar, yakni sebanyak 15.355. Disusul Kabupaten Pangkep 3.151, kemudian Bone 2.775, lalu Wajo 2.385, dan Sidrap 2.269 vaksin COVID-19.

“Jumlahnya ini tentatif di tiap kabupaten/kota). Artinya bisa berkurang, bisa bertambah. Karena sistem pendaftaran yang akan diberikan vaksinasi secara online mandiri. Jadi tenaga kesehatan mendaftar. Termasuk saya pun sudah mendaftar,” kata Ichsan.

Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan di pusat pelayanan kesehatan yang tersebar di Sulsel, baik di rumah sakit dan puskemas. Ada sekitar 1.099 vaksinator dari tenaga medis dan administrasi yang telah dilatih selaku petugas pemberi vaksin.

Kendati begitu, Ichsan pun mengaku pihaknya sudah mengusulkan penambahan satu unit cold room sebagai wadah khusus penyimpanan khusus vaksin. Sementara, untuk di tiap daerah, kata Ichsan, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas serupa, meski cuma refrigerator/kulkas vaksin saja.

“Untuk Kota Makassar kemungkinan akan dapat bantuan cold room juga, karena Makassar ini besar kuota vaksinnya," ujar Ichsan.

Lebih jauh, Ichsan meminta masyarakat tidak khawatir dengan vaksin COVID-19. Apalagi penyiapannya sudah melalui berbagai uji klinis oleh pemerintah pusat.

“Kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengkhawatirkan vaksin ini, karena ini telah melalui sejumlah prosedur dengan berbagai uji klinis,” jelasnya.

Sinovac di NTB

Sebanyak 28.760 vaksin jenis Sinovac tiba di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 5 Januari 2021. Vaksin rencananya tahap pertama akan digunakan untuk 14 ribu tenaga kesehatan (nakes).

"Alhamdulillah vaksin COVID-19 sudah tiba di NTB. Insya Allah mulai dilakukan vaksinasi tanggal 14 Januari ini. Mudah-mudahan pandemi ini segera berlalu," kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, mengatakan 14 ribu nakes akan divaksinasi untuk tahap pertama, dari jumlah nakes yang lebih dari 30 ribu.

"Jadi, untuk tahap pertama kemungkinan pada tanggal 22 Januari, nanti apakah ada perubahan kita lihat saja. Pada tahap pertama ini yang divaksin dulu adalah tenaga kesehatan," ujarnya.

Untuk vaksinasi tahap pertama akan dilakukan dari Januari hingga Maret. Menyusul kemudian akan dilakukan tahap dua. Sementara itu, yang menjadi target vaksin di NTB sebanyak 3,5 juta warga. Namun, nakes tetap menjadi prioritas.

"Untuk masyarakat umum belum. Kita tuntaskan dulu vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik," katanya. (ase)

Baca Juga: Vaksinasi COVID-19 Mulai Januari 2021, Jokowi Orang Pertama Divaksin