Vaksin Virus Flu Burung Jenis Baru Ditemukan  

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan sudah menemukan vaksin untuk virus flu burung jenis baru, H5N1 clade 2.3.2. Vaksin itu rencananya dibagikan gratis ke para peternak.

”Soal vaksinasi ketetapannya sudah diterbitkan lewat surat edaran pada 3 Januari 2013. Masterseed-nya sudah ditemukan," ujar Koordinator Unit Pengendali Penyakit Avian Influenza (UPPAI) Pusat Kementerian Pertanian, Muhammad Azhar, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Rabu, 9 Januari 2013.

Azhar menjelaskan, vaksin atas varian baru itu didapat dari kajian Pusat Pemberdayaan Masyarakat Veteriner di Surabaya. ”Sudah ditetapkan masterseed vaksin dari virus AI clade 2.3.2 adalah isolat virus dari Sukoharjo dengan kode IB,” kata dia.

Virus flu burung jenis baru bermula dari itik. Virus itik sudah menyebar di sejumlah negara, di antaranya Cina, Vietnam, Thailand, dan Bangladesh. Di Indonesia, varian ini pertama kali ditemukan di Brebes, dan sudah menjangkiti 56 kabupaten/kota. Pemerintah hingga kini belum mengetahui mengapa Brebes menjadi daerah yang pertama kali diserang virus tersebut.

Untuk mengantisipasi wabah flu burung jenis baru yang menyerang itik tersebut, pemerintah membutuhkan sekitar lima juta kapsul vaksin. Namun, saat ini pemerintah lewat Pusat Vetenaria Farma hanya mampu memproduksi satu juta vaksin dalam waktu sebulan. Padahal, vaksin mesti diberikan segera agar penyebaran virusnya tidak meluas.

Untuk itu, Kementerian Pertanian sudah menunjuk produsen vaksin virus flu burung jenis baru. Seluruh produsen dipastikan perusahaan nasional, yakni Vaksindo, Mediol, Kapri Farmindo, dan Sandio. "Semua sudah dalam proses produksi sejak mereka menerima masterseed-nya pada 4 Januari lalu," kata dia.

Ihwal nilai proyek, Azhar belum mau mengungkapkan. Alasannya, anggaran yang diajukan pihaknya belum pasti disetujui Dewan Perwakilan Rakyat. Ia hanya menyebut, harga vaksin per dosis antara Rp 300-500.

ISMA SAVITRI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.