Vaksinasi COVID-19 di Jambi capai 82,81 persen

·Bacaan 2 menit

Capaian vaksinasi COVID-19 di Provinsi Jambi mencapai 82,81 persen untuk dosis pertama, dari 2.686.193 orang sasaran vaksinasi COVID-19, sebanyak 2.224.409 orang warga Jambi sudah divaksinasi.

"Capaian vaksinasi dosis pertama di Jambi 82,81 persen dan capaian vaksinasi dosis ke dua 59,43 persen," kata Kepala Bidang Informasi Publik Satgas COVID-19 Provinsi Jambi Johansyah di Jambi, Senin.

Capaian tertinggi vaksinasi COVID-19 di Jambi yakni pada petugas publik sebesar 153,75 persen, kemudian vaksinasi tenaga kesehatan 125,46 persen, golongan lanjut usia (lansia) 65,93 persen, masyarakat umum dan golongan rentan 70,60 persen serta anak-anak usia 12-17 tahun 87,65 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Dokter Ferry Kusnadi mengatakan dari sebelas kabupaten dan kota di Provinsi Jambi hanya Kabupaten Kerinci yang capaian vaksinasi-nya belum mencapai 70 persen. Dimana capaian vaksinasi COVID-19 Kabupaten Kerinci sebesar 68,5 persen.

Baca juga: Gubernur: Ketersediaan vaksin tak sebanding dengan semangat warga

Baca juga: Polda Jambi siapkan 2.000 dosis vaksin untuk pelajar dan pengajar

Sementara capaian vaksinasi sepuluh kabupaten dan kota lainnya sudah melebihi 70 persen, bahkan capaian vaksinasi COVID-19 Kota Jambi sudah lebih dari 100 persen.

"Harapannya capaian vaksinasi COVID-19 Kabupaten Kerinci pada pekan ini sudah melebihi 70 persen," kata Dokter Ferry.

Jika capaian vaksinasi COVID-19 sudah melebihi 70 persen maka kekebalan kelompok terhadap COVID-19 dapat terbentuk. Namun, untuk mengetahui kekebalan kelompok tersebut sudah terbentuk atau belum perlu dilakukan penelitian.

Dokter Ferry mengatakan secara umum Pemerintah Pusat melalaui Kementerian kesehatan telah melakukan survei kekebalan kelompok. Namun survei tersebut dilakukan secara global di seluruh provinsi dan tidak dilakukan lebih spesifik.

"Untuk Provinsi Jambi belum dilakukan survei kekebalan kelompok, namun jika mendesak maka Pemprov Jambi akan melakukan survei kekebalan kelompok," kata Dokter Ferry.

Ferry menjelaskan survei kekebalan kelompok dilaksanakan selain bertujuan untuk mengetahui apakah kekebalan kelompok telah terbentuk, juga bertujuan untuk pedoman pengambilan keputusan bagi pemerintah.*

Baca juga: Gubernur Jambi: PPKM tingkat IV edukasi protokol kesehatan masyarakat

Baca juga: Warga Suku Anak Dalam di perbatasan Muba-Jambi lakukan vaksinasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel