Vaksinasi Covid-19 di Terminal Induk Bekasi Diserbu Penumpang dan Awak Bus

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ratusan penumpang dan sopir bus mengikuti vaksinasi massal yang digelar di Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat. Serbuan vaksinasi ini menggunakan tiga jenis vaksin, yakni Sinovac, AstraZeneca dan Pfizer.

Kegiatan ini mendapat respons positif terutama dari calon penumpang bus yang langsung memadati posko vaksinasi. Banyak di antaranya yang mendaftar baik untuk dosis pertama maupun kedua.

"Kita sediakan kuota terbatas, kurang lebih sekitar 200 dosis vaksin, mulai dari Sinovac, Pfizer, maupun AstraZeneca," kata Ketua Persatuan Pengurus Otobus Terminal (PPOT) Induk Kota Bekasi, Zakaria kepada Liputan6.com, Rabu (22/9/2021).

Vaksinasi ini, kata dia, bertujuan membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pembentukan herd immunity, khususnya di Kota Bekasi. Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Polres Metro Bekasi Kota untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan.

"Jadi untuk yang belum vaksin atau mau vaksin kedua, baik masyarakat umum maupun penumpang, silahkan ke sini," imbuh pria yang akrab disapa Rozak itu.

Menurutnya, pemilihan terminal sebagai lokasi vaksinasi dikarenakan banyak disinggahi penumpang dari berbagai wilayah yang kemungkinan belum terjamah program vaksinasi.

"Juga mungkin awak bus yang belum pada vaksin. Kalau mereka di jalan kan belum sempat karena mengejar trayek. Di sini awak bus bisa mengetem, bisa istirahat untuk keberangkatan, jadi bisa vaksin," jelasnya.

Rozak berharap kegiatan vaksinasi yang akan berlangsung hingga Kamis (23/9/2021) ini, dapat diikuti penumpang maupun masyarakat umum, sehingga upaya herd immunity bisa segera tercapai.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Karya Sukamajaya menyampaikan kegiatan vaksinasi ini bagian dari rangkaian peringatan HUT Perhubungan Nasional ke-74 Tingkat Kota Bekasi.

"Target sasaran diutamakan kepada kru bus, driver, kondektur, calon penumpang bus, pengelola PO Bus AKAP/AKDP di terminal," paparnya.

Karya mengakui masih banyak sopir bus di terminal induk yang belum divaksin. Selain karena jam kerja yang tidak memungkinkan, faktor domisili juga menjadi penyebab hal ini.

Belum Wajib Vaksin

Selain itu, pihaknya juga belum menerapkan syarat wajib vaksin bagi calon penumpang bus yang hendak berpergian. Karena itu ia berharap kegiatan vaksinasi ini dapat menyasar sebanyak-banyaknya penumpang dan awak bus yang belum divaksin.

"Untuk kegiatan vaksin saat ini melayani dosis 1 dan 2 dengan ketersediaan vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Sinovac. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dengan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi," tandasnya.

Candra, salah satu calon penumpang bus mengaku senang dengan adanya kegiatan vaksinasi di Terminal Induk Kota Bekasi. Warga DKI Jakarta itu pun rela mengantre bersama warga lainnya yang ingin divaksin.

"Kegiatan ini bagus, bisa menyerap warga luar yang belum divaksin, jadi bukan hanya sopir bus dan penumpang saja. Kebetulan saya mau pulang ke Bandar Lampung. Ini baru vaksin pertama," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel