Vaksinasi COVID-19 Nakes di Jabar Diklaim Terbaik se-Indonesia

Syahrul Ansyari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengklaim vaksinasi vaksin COVID-19 Sinovac tahap I merupakan program terbaik tingkat nasional. Dengan jumlah prioritas penerima vaksin paling banyak dibanding provinsi lain, dinilai menjadi acuan skema vaksinasi di Jawa Barat efektif.

Uu menulai, perubahan pola vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) dari terpisah menjadi dipusatkan di satu tempat dan serentak, menjadi bukti prioritas vaksinasi tertangani secara sistematis.

"Jawa barat dalam melaksanakan vaksin untuk khusus nakes dianggap paling banyak dan baik oleh tingkat Nasional," klaim Uu, di Bandung Senin, 15 Februari 2021.

Baca juga: Dinkes Sebut Vaksinasi Kedua Nakes di Jateng Tertinggi di Indonesia

Menurutnya, penerima vaksin di Jawa Barat hampir 36 juta orang juga menjadi pemicu Jawa Barat masuk bagian daftar prioritas vaksinasi pusat. Rencanananya, distribusi vaksin untuk vaksinasi tahap II ke 27 kabupaten kota dijadwalkan selesai hari ini.

"Karena jumlahnya tinggi, konsekuensinya maka kita paing diutamakan dalam pemberian vaksin karena sudah menunjukan itikad baik dalam pelaksanaan vaksinasi," katanya.

Sebelumnya, tenaga kesehatan di Jawa Barat serentak menjalani vaksinasi vaksin COVID-19 Sinovac di 27 kabupaten kota. Sedangkan pelaksanaan vaksinasi di Bandung dipusatkan di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga).

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menjelaskan vaksinasi masal kepada tenaga kesehatan tidak hanya berlangsung hari ini.

"Jawa Barat dijadikan model dalam vaksinasi, hari ini serentak di 27 kota kabupaten, sekitar 80 ribu (tenaga kesehatan) sudah divaksin. Tahap ini akan selesai dalam tiga minggu dari sekarang," ujar Uu di Sabuga Bandung, Rabu 3 Januari 2021.

Uu menegaskan, vaksinasi secara bertahap untuk masyarakat Jawa Barat yang sudah terkategorisasi ditargetkan tuntas dalam satu tahun. "80 persen masyarakat Jawa Barat akan segera selesai di vaksin," katanya.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menambahkan vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Jawa Barat bisa menjadi percontohan bagi daerah lain agar efektif dan efisien.