Vaksinasi COVID-19 Picu 98 % Pasien Tak Bergejala di Singapura

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Infeksi COVID-19 kembali dilaporkan mengalami lonjakan di beberapa negara tetangga. Salah satu di antaranya terjadi di Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Secara umum cakupan vaksinasi di negara ini pun cukup tinggi.

Singapura bahkan sempat mencetak rekor 2.236 kasus baru Virus Corona COVID-19 dalam sehari.

Belum lama ini, AS pun menaikkan tingkat peringatan perjalanan COVID-19 untuk Singapura. Mendesak mereka yang tidak divaksinasi untuk menghindari perjalanan yang tidak penting.

Kementerian Kesehatan Singapura kemudian mengeluarkan pernyataan terkait situasi COVID-19 terbaru di Singapura.

Berikut sejumlah poin penting terkait situasi COVID-19 di Singapura saat ini, dikutip dari situs Kementerian Kesehatan Singapura moh.gov.sg, Sabtu (2/10/2021):

1. Di antara individu yang terinfeksi di Singapura, lebih dari 98% memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, sementara 0,3% membutuhkan perawatan ICU atau meninggal dunia. Ini adalah hasil dari memvaksinasi sebagian besar populasi.

2. Kami belum melihat efek penuh dari pengetatan pembatasan terbaru karena biasanya membutuhkan waktu seminggu atau lebih sebelum dampak dari tindakan dapat diamati.

3. Namun demikian, sementara jumlah kasus harian terus meningkat, laju peningkatan tampaknya sedikit melambat. Waktu yang dibutuhkan untuk kasus komunitas bertambah telah memanjang dari sekitar 8 hari menjadi sekitar 10 hari.

4. Meskipun jumlah kasus harian COVID-19 terus meningkat, sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan, dan cocok untuk pemulihan di rumah. Persentase pasien yang membutuhkan perawatan ICU tetap rendah, sekitar 0,2%. Saat ini, total 34 tempat tidur ICU ditempati dan kami memperkirakan jumlahnya akan meningkat. Kami akan terus memantau kapasitas dan utilisasi secara ketat.

5. Proporsi kasus vaksinasi COVID-19 lengkap yang membutuhkan perawatan intensif atau meninggal dunia sekitar 14 kali lebih kecil dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi (0,12% berbanding 1,67%).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perubahan pada Tindakan Perbatasan

Seorang wanita duduk di Marina Bay di Singapura pada 6 Maret 2020. Tempat-tempat wisata utama di Singapura sepi dari turis di tengah epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua/Then Chih Wey)
Seorang wanita duduk di Marina Bay di Singapura pada 6 Maret 2020. Tempat-tempat wisata utama di Singapura sepi dari turis di tengah epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua/Then Chih Wey)

Selain update mengenai kondisi kasus COVID-19, Kementerian Kesehatan Singapura juga mengumumkan pembaharuan terkait aturan perbatasan. Di antaranya berikut ini:

1. Mulai pukul 23.59, 6 Oktober 2021, pelancong yang memasuki Singapura yang saat ini diwajibkan untuk menjalani karantina di rumah selama 14 hari akan dikurangi menjadi 10 hari, mengingat masa inkubasi rata-rata varian Delta yang lebih pendek.

2. Mulai pukul 23.59, 6 Oktober 2021, aturan perbatasan akan ditentukan berdasarkan riwayat perjalanan wisatawan dalam 14 hari terakhir, bukan 21 hari saat ini.

"Artinya, penumpang dengan riwayat perjalanan ke Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum keberangkatan ke Singapura akan diizinkan transit melalui Singapura," ujar Wakil Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Timothy Chin dalam keterangan tertulisnya.

3. Singapura berupaya meminimalkan kematian akibat COVID-19 sambil membuka kembali kegiatan sosial dan ekonomi secara progresif. Ini juga membutuhkan perubahan kolektif dalam pola pikir. Kita perlu belajar untuk hidup dengan Virus Corona COVID-19, dan memahami bahwa bagi sebagian besar orang, terutama mereka yang divaksinasi, itu bukan penyakit serius.

Wakil Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Timothy Chin mengatakan saat ini semua sedang menghadapi masa yang penuh tantangan, yang tidak akan mudah untuk diatasi. Tapi ini adalah pandemi global, bukan kompetisi.

"Kita semua perlu bekerja sama erat untuk menunjukkan kemajuan dalam menangani COVID-19, dan jika satu atau beberapa dari kita berjuang, kita semua akan bertahan. Ini adalah semangat yang Singapura akan terus bagikan dan menjalin kerja sama dengan semua teman dan mitra kita, termasuk Indonesia," tukas Timothy dalam pesan tertulisnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel