Vaksinasi COVID-19 Suntikan Kedua, Crazy Rich Malang Tak Hadir

Ezra Sihite, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota Malang melakukan vaksinasi dosis kedua di Balai Kota Malang, Malang, Jawa Timur pada Kamis, 11 Februari 2021. Mereka yang disuntik vaksin Sinovac dosis kedua adalah peserta vaksinasi simbolis atau barisan para tokoh di Kota Malang.

Di antaranya Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Kejari Kota Malang Andi Dharmawangsa, dan tokoh agama. Sementara representasi kaum milenial yang juga pengusaha ata crazy rich Malang, pemilik otobus Juragan 99 dan Ms Glow, Gilang Widya Pramana tidak hadir dalam penyuntikan kedua.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni mengungkapkan Gilang tidak hadir meski Pemkot Malang sudah berkirim surat. Diketahui bahwa Gilang dipilih sebagai perwakilan milenial Kota Malang. Pria muda tajir pengusaha sukses itu itu dianggap sosok yang mampu mempengaruhi milenial agar tidak takut di vaksin. Sayangnya, pada vaksinasi dosis dua dia justru tidak hadir.

"Hari ini yang tanggal 28 Januari (simbolis) yang berhalangan hadir mas Gilang. Kita hubungi, undangan sudah kita luncurkan," kata Sri Winarni.

Sri Winarni mengatakan, Gilang tidak hadir karena saat ubu sedang berada di Jakarta. Sesuai aturan setelah vaksinasi simbolis tahap awal pada 28 Januari wajib disuntik vaksin dosis kedua 14 hari kemudian. Setelah berhalangan hadir pada simbolis dosis kedua maka Gilang wajib divaksinasi di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Malang setibanya nanti dari Jakarta.

"Mas Gilang posisi di Jakarta. Nanti kalau sudah kembali di Malang bisa melaksanaakan vaksinasi disalah satu fasilitas kesehatan," ujar Sri Winarni.

Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua tak berbeda dengan dosia pertama. Peserta wajib melakukan pendaftaran, di periksa kesehatannya. Setelah lolos, langsung dilakukan vaksinasi. Selanjutnya langsung dilakukan observasi dan menunggu sekitar 30 menit.

"Hari ini merupakan hari pertama dosis kedua. Diawali dengan pejabat daerah dan nakes dan disesuaikan dengan jadwal masing-masing," tutur Sri Winarni.