Vaksinasi di Gubernuran Jateng Membeludak, Ganjar Tertibkan Kerumunan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sentra Vaksinasi Grhadika di kompleks Gubernuran Jateng diserbu warga yang ingin divaksin, Rabu, 9 Juni 2021. Sempat terjadi kerumunan yang memaksa petugas Satpol PP membubarkannya. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang datang ke kantor naik sepeda, langsung turun dan ikut menertibkan antrean.

"Ndak usah rebutan, ndak usah kesusu, nanti kita layani ya. Yang 50 tahun dulu mana? Yang di bawah 50 tahun tanpa mengantar yang senior kita tolak. Ayo antre, antre, antre, antre, hei....jangan bergerombol. Saya mohon kesadaran panjenengan. Masuknya antre tidak boleh rebutan," ujar Ganjar yang masih memakai kaus dan celana pendek jersey sepeda, lengkap dengan helm dan masker.

Petugas Satpol PP Kota Semarang kemudian menertibkan warga yang berkerumun. Sementara petugas keamanan Kantor Gubernur menutup gerbang. Warga yang antre di luar kemudian diatur. Mereka bisa masuk jika di dalam sudah mendapat jatah vaksin dan kuota masih ada atau mereka diminta datang pada jadwal hari berikutnya.

Ganjar Pranowo mengatakan, pengaturan vaksinasi sebenarnya mudah. Petugas sudah berpengalaman saat menggelar vaksinasi massal untuk petugas publik.

"Kita pernah melakukan itu kok, tinggal diatur saja. Mungkin tadi temen-temen tidak siap ketika mereka datang sebelum membuka. Itu yang mesti diperhatikan oleh semuanya," ujarnya.

Ia mengapresisasi Satpol PP Kota Semarang yang cepat merespons dan membantu menertibkan warga yang membeludak dan menunggu di depan kantor Gubernur meski gerbang sudah ditutup. "Maka temen-temen sudah merespons, terima kasih itu sudah bagus dibantu Satpol PP Kota juga," ujarnya.

Ia meminta jajarannya untuk mengevaluasi pelaksanaan Sentra Vaksinasi Gradhika, terutama pada pendaftaran. "Harus, harus. Bisa juga sebenarnya mendaftar dari data yang sudah ada secara online. Tapi kita itu kan mau percepatan, khususnya kepada yang lansia maka yang lansia kita minta untuk bisa dirangsang agar bisa cepat dan para pengantar juga bisa mendorong agar para lansianya bisa hadir," katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengungkapkan, berdasar informasi yang diterima pihaknya, kerumunan terjadi sejak pukul 06.30 WIB.

“Kita dapat informasi dari warga, katanya ada kerumunan. Makanya kami bubarkan, agar tak terjadi klaster baru penularan COVID-19. Apalagi belum lama ini terjadi ledakan kasus corona di Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus. Ia tak ingin kasus COVID-19 di Semarang meledak seperti di dua kabupaten itu," ujar Fajar.

Diketahui, Sentra Vaksinasi Grhadika di kompleks Gubernuran Jateng mulai dibuka, Selasa, 8 Juni 2021. Vaksinasi dilakukan secara maraton hingga Desember mendatang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang datang ke lokasi, berharap percepatan vaksinasi bisa membentengi masyarakat di tengah meningkatnya kasus COVID-19.

“Kita mau gaspol, jadi setelah melihat kondisi apa yang terjadi di beberapa tempat di Jawa Tengah, delapan kabupaten itu dan sekitar Semarang raya ini,” ujarnya.