Vaksinasi di Jabar Butuh Usaha Lebih Keras karena Berpenduduk Terbesar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas COVID-19 Jawa Barat mengakselarasi program vaksinasi vaksin COVID-19 untuk masyarakat umum yang berusia di bawah 50 tahun untuk mempercepat memutus rantai penularan virus corona di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat, Marion Siagian, menjelaskan salah satu percepatan vaksinasi yang sudah berjalan di Kota Bandung.

"Yang dilakukan oleh Kota Bandung, yaitu sasaran usia di bawah 50 tahun dapat divaksin dengan syarat membawa dua orang lansia dan atau pra-lansia, selanjutnya mendaftarkan ke puskesmas untuk penjadwalan vaksinasinya," kata Marion, Rabu, 23 Juni 2021.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Bart per 16 Juni, masyarakat yang mendapat vaksinasi COVID-19 dosis pertama sebanyak 2.562.612 orang, sedangkan yang dosis kedua 1.736.244 orang.

Rata-rata penyuntikan vaksin COVID-19 di Jawa Barat kini, kata Marion, sekira 36 ribu-50 ribu orang per hari. Satgas Penanganan COVID-19 menargetkan rata-rata penyuntikan vaksin COVID-19 mencapai 175 ribu orang per hari pada Juli-Desember 2021.

"Untuk meningkatkan rata-rata penyuntikan vaksin COVID-19, kami bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota terus mematangkan rencana pembuatan sentra vaksinasi. Target setiap sentra vaksinasi dalam sehari sekitar 500 sampai 1.000 orang," katanya.

Percepatan vaksinasi COVID-19 di Bodebek dan Bandung Raya dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: SR.02.06/II/1599/2021.

Salah satu poin dalam SE itu ialah pemberian vaksin COVID-19 pada penduduk usia 18 tahun ke atas di wilayah Bogor, Depok, Tangerang Raya, Bekasi (Bodetabek) termasuk Bandung Raya dengan tetap memprioritaskan pemberian vaksinasi pada tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di fasyankes, lansia, petugas pelayan publik dan kelompok masyarakat rentan.

"Kita sedang menyusun bagaimana nanti kegiatan ini berjalan dengan cepat dan aman—aman itu tidak ada kerumunan karena antusiasme warga Jabar terhadap vaksinasi ini cukup baik," ujarnya.

"Jadi bagaimana kita bisa menjalankan vaksinasi untuk usia di atas 18 tahun, tapi menggerakkannya itu tidak berdampak pada kerumunan. Jadi kita sedang menyiapkan untuk Bodebek dan Bandung Raya skenario-skenarionya.”

Marion menambahkan, kolaborasi dengan TNI dan Polri serta BPBD menjadi kunci utama dalam keberhasilan upaya percepatan vaksinasi di Jawa Barat. "Karena kalau tidak kolaborasi, tidak cepat; sasaran Jabar itu 33 juta lebih—hampir 34 juta. Jadi effort (usaha) kita lebih besar dari provinsi lain. Kalau kerja sendiri, tidak akan bisa. Kolaborasi ini harus cukup kuat," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel