Vaksinasi Gratis di Kota Malang Dibuat Sistem Kuota untuk Ormas

·Bacaan 2 menit

VIVA – Antusias masyarakat Kota Malang mengikuti program vaksinasi massal cukup tinggi. Polresta Malang Kota, misalnya, setiap hari sejak Senin, 12 Juli 2021, sebanyak 150 dosis vaksin selalu ludes untuk organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan sisanya masyarakat umum.

"Gerai vaksinasi selain untuk slot organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan tetapi juga ada slot untuk masyarakat umum—di situ 20 persen untuk masyarakat umum," kata Kepala Polresta Malang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Rabu, 14 Juli 2021.

Pria yang akrab disapa Buher itu mengatakan, alasan lembaganya tidak memberikan kuota besar untuk masyarakat umum, melainkan dibagi-bagi untuk organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, demi menghindari kerumunan. Selain itu, jumlah vaksin dan tenaga medis juga terbatas.

"Kenapa tidak begitu vulgar, kita tidak ingin ada kerumunan. Kedua, kita harus melihat bahwa kita ada keterbatasan vaksin keterbatasan tenaga medis, mulai screening, input data, dan lain-lain. Karena saya lihat masyarakat Kota Malang dan Malang Raya ini antusiasnya cukup baik. Ada yang mengantre lama ternyata tidak kebagian," kata Buher.

Melihat antusias yang cukup besar, Polresta Malang Kota langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang untuk mendapat tambahan vaksin hingga 10 ribu dosis. Jika permintaan ini disetujui, porsi untuk masyarakat umum akan diberikan lebih besar demi target percepatan vaksinasi.

Polresta telah meminta tambahan 10 ribu dosis vaksin kepada Dinas Kesehatan. Jika permintaan itu disetujui semuanya, Polresta akan membuka kegiatan vaksinasi untuk lebih banyak warga, sekalian menyiapkan nomor call center untuk warga yang mau mendaftar vaksinasi.

Selain Polresta Malang Kota, vaksinasi juga dilakukan oleh TNI melalui Resimen Armed 2 Kostrad, Malang. Sebanyak 500 dosis vaksin Sinovac disuntikkan kepada keluarga besar TNI dan masyarakat umum di Aula Menarmed 2 Kostrad.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, dengan jumlah penduduk yang tinggal sekira 1,5 juta warga, target vaksinasi harus terpenuhi 70 persen atau sekira 900 ribu hingga 1 juta warga yang sudah tervaksin pada September 2021.

Sementara ini, katanya, baru 300 ribuan warga Kota Malang yang telah divaksin, yang berarti masih cukup banyak orang dari target yang belum divaksin. “Kita harus kerja cepat. Mudah-mudahan ini akan bisa dilaksanakan bagi seluruh komponen masyarakat.”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel