Vaksinasi Massal di Medan Bikin Kerumunan, Ini Reaksi Bobby Nasution

·Bacaan 2 menit

VIVA – Vaksinasi massal COVID-19, yang digelar oleh Pemerintah Kota Medan di Lanud Soewondo, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis 3 Juni 2021, mendapat respon yang antusias dari masyarakat. Yang hadir diperkirakan ribuan orang, sehingga kerumunan tidak bisa dihindari.

Bahkan lantaran antusias tinggi tersebut, antrean warga sampai mengular di eks Bandara Polonia tersebut.

Dari pantauan VIVA di lokasi, pihak panitia dibantu petugas TNI/Polri, Satpol PP Kota Medan dan Dinas Perhubungan, tampak kewalahan mengatur masyarakat yang hadir tersebut. Pemerintah Kota Medan menyiapkan sebanyak 1.000 dosis.

Baca juga: Hoax, RI Batal Berangkatkan Jemaah Haji Gara-gara Utang ke Saudi

Terlihat juga Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution yang dikawal Pasukan Pengaman Presiden, ikut juga mengimbau masyarakat yang hadir untuk mengatur jarak dan menerapkan protokol kesehatan dalam antrian.

"Ini kita dibantu TNI-Polri, oleh karena itu penerapan protokol kesehatan ini terus kita lakukan dengan baik," ungkap Wali Kota Medan, Bobby Nasution kepada wartawan di Lanud Soewondo, Kota Medan.

Membludaknya masyarakat yang hadir untuk menjalani vaksinasi tersebut, menurut Bobby karena antusias warga untuk mendapatkan vaksin. Juga sebagai wujud mengikuti program pemerintah Indonesia.

"Antusias warga sangat tinggi, ini sangat baik bagi masyarakat Kota Medan agar tercapai herd immunity-nya dan protokol kesehatan di luar sudah kami terapkan," tutur menantu Presiden Joko Widodo itu.

Kondisi di lokasi semakin parah, karena Kota Medan turun hujan dengan intensitas ringan atau rintik. Sehingga masyarakat yang antre untuk registrasi di bagian parkir eks Bandara Polonia Medan bergeser untuk berteduh.

Dengan kondisi ini, Bobby Nasution mengatakan Pemkot Medan akan melakukan evaluasi terhadap layanan vaksinasi massal itu. Sehingga kerumunan tersebut, tidak terulang kembali.

"Akan dilakukan pembatasan. Yang kita lihat tadi, jika masih ada kerumunan akan kami batasi," jelas suami Kahiyang Ayu.

Kemudian, warga yang sudah mengantre lama, oleh panitia diminati untuk pulang ke rumah dan kembali esok. Hal ini, untuk memecah kerumunan tersebut.

Hal itu, membuat warga kecewa yang sudah mendaftar. Tapi, tidak boleh masuk di areal vaksinasi massal itu. "Padahal kami sudah daftar, tapi tak diperbolehkan masuk," ucap Wati, salah seorang warga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel