Vaksinasi Pertama Pelajar SD dan SMP Kota Malang Hampir Tuntas, Capai 95 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Malang - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan, Saat ini hampir seluruh pelajar SD dan SMP di Kota Malang sudah vaksinasi dosis pertama.

"Vaksin untuk dosis pertama sekarang sudah 95 persen," ujar Suwarjana, Kamis (7/10/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Vaksinasi yang kurang 5 persen tersebut, kata Suwarjana, masih ada di SD Kecamatan Kedungkandang dan beberapa SMP Negeri yang belum tervaksin.

"Kalau swasta malah sudah hampir 100 persen tervaksin. Kendalanya waktu saja. Vaksin sudah tersedia, cuma kan nakes (tenaga kesehatan) terbatas ya," ungkapnya.

Jumlah penerima vaksin untuk pelajar SD dan SMP di Kota Malang dengan total sekitar 45 ribu peserta tersebut, dengan capaian saat ini, jika diakumulasi masih tersisa sekitar 5 ribu kurang pelajar yang belum tervaksin.

Perlu diketahui, pelayanan vaksinasi bagi pelajar SD dan SMP se Kota Malang sendiri telah tersedia di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) yang berada di Jl Simpang Balapan dan ada di Universitas Islam Malang (Unisma).

"Itu digelar hampir setiap hari sesuai jadwal. Kita gak mau terjadi penumpukan. Jadi kita tata betul dengan baik," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksin Kedua Baru 10 Persen

Seorang personel TNI AL menenangkan salah satu peserta vaksinasi Covid-19 yang takut disuntik di acara serbuan vaksin secara massal di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu, 7 Agustus 2021 (Liputan6.com/Zainul Arifin)
Seorang personel TNI AL menenangkan salah satu peserta vaksinasi Covid-19 yang takut disuntik di acara serbuan vaksin secara massal di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu, 7 Agustus 2021 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Sementara itu, untuk vaksin dosis kedua bagi pelajar SD dan SMP di Kota Malang sendiri, diakui Suwarjana hingga saat ini memang masih sangat minim.

Hal itu dikarenakan memang pelaksanaan vaksin dosis kedua tersebut baru dimulai sejak 28 September 2021 lalu.

"Tahap kedua kita ikuti jadwal ya. Kita tidak bisa menargetkan sekian, karena belum saatnya ya gak bisa. Data terakhir dosis dua itu sekitar belum lebih dari 10 persen, tapi terus berjalan," ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel