Vaksinolog: Hoaks Memicu Kenaikan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Indonesia mengalami peningkatan kasus positif Covid-19, ini membuat pemerintah mengeluarkan sejumlah langkah untuk meredam penularan penyakit yang berasal dari virus SARS-CoV-2 tersebut. Kondisi dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah hoaks yang beredar di tengah masyarkat.

Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD mengatakan, hoaks tentang Covid-19 dan vaksin menjadi salah satu pemicu angka positif Covid-19 di Indonesia.

"Oh iya jelas ya memang banyak sekali misinformasi atau disinformasi tentang penyakit covid itu sendiri atau tentang vaksinnya," kata Dirga dalam live streaming Virtual Class Cek Fakta Liputan6.com, dikutip Sabtu (3/7/2021).

Menurutnya, hoaks menimbulkan keraguan masyarakat terhadap Covid-19 dan vaksin, sehingga memperparah kondisi pandemi dan memperlambat vaksinasi yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan Covid-19.

"Nah hal-hal seperti ini akan menambah keraguan atau keengganan masyarakat," tuturnya.

Dirga pun menekankan, hoaks yang telah memicu kenaikan kasus positif Covid-19 harus dilawan, dengan terus mengedukasi masyarkat.

"Jadi kita mesti lawan, mesti jelaskan yang sebenarnya kita mesti mengedukasi terus masyarakat," ujarnya.

Dirga menambahkan, hal yang wajib dilakukan dalam menghadapi ledakan penularan Covid-19 adalah gerakan 5M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. Upaya tersebut juga perlu diperkuat dengan vaksinasi Covid-19.

"Jadi teman-teman semua hari ini kita sedang mengalami ledakan kasus covid di Indonesia, kita ribut varian baru apapun variannya, cara menangkalnya sama, 5M vaksinasi, jadi kita nggak usah ribut-ribut varian delta begini, alpha, beta, tugas kita disiplin menerapkan protkes ayo vaksinasi," imbuhnya.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel