Valentino Rossi Akui Perpisahan dengan Kru Yamaha Terasa Sangat Emosional

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Valentino Rossi mengakui momen perpisahan dengan kru Yamaha di pits setelah balapan MotoGP Portugal, Minggu (23/11/2020), terasa sangat emosional. Dia mengatakan akan merindukan mereka karena musim depan sudah berpindah tim.

MotoGP Portugal merupakan balapan terakhir Valentino Rossi bersama tim pabrikan Yamaha. The Doctor akan memperkuat tim satelit Petronas Yamaha SRT pada MotoGP 2021, sedangkan posisi Rossi di tim pabrikan digantikan Fabio Quartararo.

Apa yang akan paling dirindukan Rossi dari tim pabrikan Yamaha?

"Orang-orangnya. Saya rasa tidak akan banyak perubahan di area teknik. Tapi, 15 tahun dari karier saya adalah bagian penting dari kehidupan saya. Saya punya banyak teman di tim, jadi ini terutama soal sisi manusianya," kata Rossi, tentang momen terakhirnya dengan kru tim pabrikan Yamaha, seperti dilansir Speedweek.

"Itu momen emosional ketika saya kembali ke pits. Terutama karena ceritanya tidak hanya berakhir dengan tim, tapi juga dengan beberapa orang penting di garasi saya, contohnya Alex dan Bret. Itu sangat emosional," sambung Rossi.

Valentino Rossi hanya bisa membawa tiga kru ke Petronas Yamaha SRT. Ia memboyong kepala kru David Munoz, pelatih balapnya Idalio Gavira, dan teknisi data Matteo Flamigni. Namun, The Doctor tidak ditemani mekanik yang sudah lama diandalkannya, Alex Briggs dan Brent Stephens.

Balapan yang Ketat

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Valentino Rossi gabung Yamaha pada 2004. Dia terus berkolaborasi dengan tim pabrikan Jepang itu hingga 2020, hanya diselingi dua tahun kepindahan singkat ke Ducati pada 2011 dan 2012.

Total, 15 musim ia berkolaborasi dengan Yamaha. Selama periode itu, ia menyabet empat gelar juara dunia.

Namun, balapan terakhir Rossi tidak berakhir dengan podium apalagi kemenangan. The Doctor hanya finis ke-12 di MotoGP Portugal. Hasil itu tidak terlalu buruk jika menengok The Doctor start dari posisi ke-17.

"Itu balapan yang ketat. Selain Miguel Oliveira (yang jadi juara) dan posisi top 3, kecepatan hampir sama sejak pembalap urutan keempat. Banyak duel. Saya menikmati balapan karena ada tantangan luar biasa start awal hingga finis," tutur pembalap Italia itu.

"Sayangnya, saya start dari belakang dan butuh waktu cukup lama untuk beradaptasi dengan trek. Kami juga mencoba sesuatu untuk Yamaha pada Jumat. Saya kehilangan sedikit feelong dan merasa ditinggalkan," imbuh Rossi dengan penyesalan.

Sumber: Speedweeek

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini