Valuasinya Rp 24 Kuadriliun, 5 Perusahaan Minyak Ini Lebih Dulu Melantai di Bursa Saham

Christantio Utama

Perusahaan minyak asal Arab Saudi yakni Saudi Aramco berencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) di bursa saham. Gak cuma itu lho, deretan perusahaan minyak dunia ini udah melantai di bursa saham sebelumnya. 

Langkah ini sebenarnya udah direncanakan dari tahun 2018, tetapi terkendala satu dan lain hal sehingga baru akan terlaksana dalam waktu dekat ini. Berdasarkan keterangan dari pihak perusahaan, mereka bakal menjual 1,5 persen atau setara 3 miliar lembar saham yang dimiliki kepada publik. Di mana per lembarnya bakal dipatok sekitar 30 Riyadh atau setara Rp 112 ribu.

Diperkirakan Saudi Aramco bakal mendapatkan dana segar mencapai US$ 25 miliar atau setara Rp 351 triliun. Angka tersebut mengindikasikan bahwa nilai valuasi dari Aramco menyentuh US$ 1,7 triliun atau setara Rp 24 kuadriliun, melansir dari Yahoo.

Langkah melantai di bursa saham nyatanya udah pernah dilakukan terlebih dahulu oleh beberapa perusahaan minyak dunia lho! Penasaran ada korporasi mana aja? Yuk kita lihat daftarnya berikut ini:

Baca juga: Cetak Pendapatan Rp 6.000 Triliun, Ini 4 Perusahaan Minyak Terbesar Selain Aramco

1. Perusahaan minyak Schlumberger – Rp 492 ribuan per lembar

Perusahaan minyak Schlumberger – Rp 492 ribuan per lembar, (seekingalpha.com).

Di urutan pertama ada Schlumberger yang berdiri pada tahun 1926 di Prancis. Walaupun berasal dari Prancis, tapi korporasi ini juga memiliki banyak markas seperti di Amerika Serikat, Inggris dan Belanda.

Schlumberger sendiri melantai di bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) semenjak tahun 1979. Harga per lembar sahamnya per tanggal 17 November 2019, udah menyentuh US$ 35 atau setara Rp 492 ribuan per lembarnya.

Baca juga: 4 Saham Perusahaan Milik Para Wong Solo yang Sukses Melantai di Bursa Saham

2. Enbridge – Rp 532 ribuan per lembar

Enbridge sahamnya dilepas di angka Rp 532 ribuan per lembar, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kedua ada Enbridge yang bergerak di bidang energi sumber daya alam. Perusahaan asal Kanada ini berdiri pada tahun 1949.

Walaupun namanya belum setenar Schlumberger, korporasi ini udah berhasil berekspansi di wilayah Amerika Serikat juga lho. Selain minyak, Enbridge juga menghasilkan gas alam untuk dijadikan komoditas perusahaan.

Enbridge diperdagangkan di bursa saham Toronto Stock Exchange pertama kali tahun 1995 dan pada tanggal 17 November 2019. Harga per lembarnya sekitar CA$ 50 atau setara Rp 532 ribuan.

Baca juga: Bercuan hingga Rp 5 Triliun! Ini Lho 4 Restoran yang Sahamnya Bisa Kamu Beli

3. Perusahaan minyak Chevron – Rp 1,6 jutaan per lembar

Chevron sahamnya sudah melantai di bursa saham dan berada di angka Rp Rp 1,6 jutaan per lembar, (Ilustrasi/Shutterstock).

Ketiga ada korporasi Chevron yang sering kamu lihat iklannya di televisi atau media sosial. Perusahaan yang berdiri tahun 1879 ini merupakan salah satu pemimpin pasar di Amerika Serikat selain Exxon Mobil.

Tercatat udah 180 negara di dunia yang berhasil dijajaki oleh Chevron hingga hari ini, termasuk Indonesia.

Saham Chevron diperdagangkan di bursa New York Stock Exhange semenjak tahun 1979 dan sekarang udah memiliki harga yang lumayan fantastis mencapai US$ 120 atau setara Rp 1,6 jutaan per tanggal 17 November 2019 waktu setempat.

4. Perusahaan minyak ConocoPhillips – Rp 816 ribuan per lembar

Sahamnya dilepas di angka Rp 816 ribuan per lembar buat perusahaan minyak ConocoPhillips, (Ilustrasi/Shutterstock).

Selanjutnya ada ConocoPhillips yang berdiri pada tahun 1875 di Amerika Serikat. Eits… tapi jangan salah kaprah, Phillips ini bukan perusahaan elektronik yang kita ketahui ya. 

Operasional bisnisnya mayoritas berada di wilayah Amerika Serikat dan sempat masuk dalam 100 besar perusahaan Amrik yang mendapatkan keuntungan terbesar.

CoconoPhillips pertama masuk bursa efek NYSE pada tahun 1979 dan sekarang memiliki harga sekitar US$ 58 atau setara Rp 816 ribu per lembar saham.

5. Perusahaan minyak Exxon Mobil – Rp 972 ribu per lembar saham

Perusahaan minyak Exxon Mobil – Rp 972 ribu per lembar saham, (Ilustrasi/Shutterstock).

Terakhir ada Exxon Mobil sebagai salah satu pemimpin pasar perusahaan energi terbesar di dunia saat ini. Exxon udah berdiri sejak tahun 1999 di Amerika Serikat dan lebih dahulu melantai di bursa saham dunia. 

Korporasi ini merupakan  gabungan dari 2 perusahaan yakni Exxon dan Mobil yang sama-sama bergerak di bidang sumber daya alam.

Diperdagangkan di bursa saham New York, saham Exxon Mobil tercatat sebesar US$ 69 atau setara Rp 972 ribu per lembarnya.

Nah itulah 5 perusahaan minyak yang udah menjejakan kaki terlebih dahulu di bursa saham daripada Saudi Aramco. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)