Valve rombak Artifact untuk menyaingi Legends of Runeterra

Alfa Rizki

Di balik masifnya informasi mengenai perkembangan Dota 2 dan kedatangan game Animal Crossing: New Horizons, ternyata Valve sedang menyusun rencana bangkitkan kembali game Artifact.

Valve menciptakan game card kompleks bernama Artifact. Namun game itu dikritik banyak pihak karena bersifat pay-to-win.

Tidak seperti game Valve lainnya, Artifact membutuhkan dana yang cukup banyak untuk memungkinkan pemain memiliki dek kartu yang kompetitif. Artifact kehilangan 90% pemainnya hanya dalam waktu dua bulan.

Meski demikian, game ini memiliki drafting mekanik yang menarik. Perombakan ulang Artifact jadi kabar gembira untuk para pemainnya.

“Pertama-tama kami ucapkan terimakasih untuk semua tweet, email, dan post tentang Artifact,” ucap tim Artifact. “Kami sangat mengapresiasi semua masukan kalian. Untuk saat ini akan segera hadir beberapa perubahan. Kami sedang melakukan uji coba sistem dan infrastruktur.”

Berdasarkan post itu, Valve sedang melakukan tes sistem terbaru Artifact dengan beberapa pemain sebagai tester. Hal ini sejalan dengan pernyataan co-founder Valve Gabe Newell di majalah Edge.

“Kami menjalankan percobaan dan mendapat hasil negatif, sekarang kami berusaha belajar dari kesalahan dan akan mencoba kembali,” ujar Gabe. “Dari berbagai reaksi yang diterima, kami mencoba memperbaiki apa yang salah dalam produk ini.”

Belum bisa dipastikan seberapa besar perubahan game ini. Namun mengingat game Legends of Runeterra yang sedang naik daun, kemungkinan besar Valve sedang berusaha menyaingi Riot Games dengan memperbaharui Artifact.

Informasi lebih lanjut mengenai Artifact akan dirilis bersamaan dengan projek terbaru Valve “Half Life: Alyx” pada tanggal 23 Maret mendatang.

BACA JUGA: WFH kian digalakkan di banyak negara akibat COVID-19, Steam sukses pecahkan rekor