Vardy yang 'kelas dunia' guncang Arsenal, Leicester pun naik ke peringkat empat

·Bacaan 3 menit

London (AFP) - Brendan Rodgers menyanjung Jamie Vardy sebagai "kelas dunia" setelah dia memastikan kemenangan menit-menit terakhir 1-0 Leicester atas Arsenal yang menelan kekalahan ketiganya dalam empat pertandingan terakhir Liga Premier pada Minggu.

Vardy hanya cukup bugar menjadi pemain cadangan setelah cedera betis, tetapi manajer Foxes Rodgers mengirim striker itu dengan waktu tersisa 30 menit. Vardy menjawabnya dengan gol keenamnya musim ini.

Pemain berusia 33 tahun itu memiliki kebiasaan menyiksa Arsenal dan kini sudah mencetak 11 gol dalam 12 pertandingan Liga Inggris yang dijalani tim ini melawan Arsenal.

"Rencana kami adalah selalu melibatkan Jamie Vardy dalam permainan dan dia bisa memperpanjangnya," kata Rodgers.

"Dia memberikan sumbangan besar dalam pertandingan-pertandingan besar," tambah dia setelah mencatat kemenangan pertama Leicester di kandang Arsenal sejak 1973.

"Itu menunjukkan kepada Anda level dia saat ini dan dia adalah pemain kelas dunia. Saya beruntung memilikinya."

Leicester naik ke urutan keempat setelah mengakhiri rentetan dua kekalahan liga berturut-turut.

"Kami pantas mendapatkannya, kami bermain melawan tim yang bagus sekali dan memiliki pemain yang bisa mengejar ketertinggalan," kata Rodgers.

"Untuk tetap clean sheet dan bermain dengan kualitas dan ketenangan adalah hebat."

Arsenal bertahan pada urutan ke-10 setelah kekalahan liga kedua berturut-turut menyusul kekalahan 0-1 mereka di kandang Manchester City akhir pekan lalu.

Tapi itu mungkin cerita yang berbeda ketika, pada awal pertandingan yang masih tanpa gol, pemain Arsenal Alexandre Lacazette membuat gol dari sundulan namun dianulir karena Granit Xhaka terlebih dahulu offside.

Bos Gunners Mikel Arteta juga kecewa pada kurangnya sentuhan akhir timnya.

"Saya benar-benar kecewa, kami berhasil menguasai babak pertama dan saya tidak tahu bagaimana gol Lacazette dianulir," kata Arteta.

"Sulit menciptakan ruang dengan 10 orang di belakang bola, tetapi kami seharusnya menyelesaikan pertandingan dengan lebih baik."

Masalah utamanya adalah penurunan performa yang tiba-tiba pada Kapten Pierre-Emerick Aubameyang.

Penyerang Gabon itu tanpa gol dalam lima pertandingan liga terakhirnya yang merupakan paceklik gol terburuk sejak 2014, kendati dia mencetak gol melawan Rapid Vienna dalam Liga Europa pada Kamis.

Aubameyang hanya mencetak satu gol di liga musim ini, hampir tidak seperti yang diharapkan Arteta setelah menghadiahi kontrak baru yang besar kepada sang striker September lalu.

Kemampuan Arsenal dalam menantang empat besar terletak pada Aubameyang yang memimpin lini depan. Sejauh ini musim ini dia gagal.

Kiper Arsenal Bernd Leno bersalah atas gol yang masuk ke timnya di Wina dan pemain Jerman itu hampir membuat Leicester unggul dalam dua menit pertama.

Leno maju jauh dari barisannya tetapi sapuan bersih tepat jatuh ke hadapan James Maddison. Tendangan 40 yard dari gelandang itu melayang melebar.

Alexandre Lacazette menyundul dari sebuah sepak pojok Arsenal beberapa saat kemudian, tapi gol itu dianulir karena Granit Xhaka lebih dulu dinyatakan offside.

Arsenal terus mendominasi dan tembakan Bukayo Saka memaksa penyelamatan baik dari Kasper Schmeichel sebelum Aubameyang menyundul umpan silang Kieran Tierney.

Lacazette seharusnya bermain lebih baik setelah mendapatkan peluang bagus dari umpan silang Tierney lainnya sebelum Saka melepaskan tendangan yang tipis di sisi gawang.

Arsenal mendapat pukulan keras ketika David Luiz tertatih-tatih pada awal babak kedua.

Arteta memasukkan Nicolas Pepe pada pertengahan babak dalam upaya memperkuat Arsenal.

Bellerin memaksa penyelamatan gemilang dari Schmeichel ketika dia menyambut umpan silang Aubameyang dengan tendangan voli yang keras.

Tetapi Arsenal menerima serangan balik pada menit ke-80.

Bola Youri Tielemans yang melengkung ke atas mendarat di depan Cengiz Under dan pemain Turki itu melepaskan umpan silang ke arah gawang untuk disundul Vardy ke gawang yang sudah kosong.