Varian Baru Corona di Inggris Menimbulkan Risiko Besar Pada Anak

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVAInggris baru saja menyelenggarakan vaksinasi untuk menekan penyebaran COVID-19. Di tengah masa vaksinasi itu ditemukan adanya jenis baru virus COVID-19.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan setidaknya 60 otoritas lokal yang berbeda di Inggris telah mencatat infeksi virus korona yang disebabkan oleh varian baru ini pada beberapa pekan lalu.

“Saat ini kami telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 kasus dengan varian ini terutama di Inggris Selatan meskipun kasus telah diidentifikasi di hampir 60 wilayah otoritas lokal yang berbeda," kata Matt seperti dilansir dari Times of India.

Tidak hanya itu, yang terbaru dilaporkan varian baru virus ini juga menimbulkan risiko besar bagi anak-anak, yang sebelumnya dianggap kurang rentan terhadap infeksi virus corona.

Menurut para ilmuwan Inggris, varian baru, yang dinamai VUI 202012/01, termasuk mutasi genetik pada protein spike yang dapat menjadi penyebab penyebaran virus secara cepat dan mudah di antara manusia. Artinya, varian yang telah diidentifikasi di tenggara Inggris memiliki 17 mutasi yang memengaruhi bentuk virus, termasuk protein lonjakan yang memberi nama keluarga virus corona.

Menurut seorang profesor di New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) dan spesialis virologi di Imperial College of London, Wendy Barclay, mutasi telah mempermudah virus untuk memasuki sel manusia dengan lebih mudah oleh karena itu, anak-anak lebih rentan terinfeksi dan sama rentannya terhadap virus ini saat dewasa.

"Oleh karena itu, anak-anak sama-sama rentannya terhadap virus ini seperti orang dewasa. Karena itu dengan pola pencampuran mereka, Anda akan melihat lebih banyak anak yang terinfeksi," kata dia.

Sementara varian baru memfasilitasi penyebaran virus hingga 50% hingga 70%, analisis awal mengisyaratkan virus jenis baru ini memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak, menurut para ilmuwan.

Menurut seorang profesor dan ahli epidemiologi penyakit menular di Imperial College London dan juga anggota New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG), Neil Ferguson, yang telah mencoba mengidentifikasi sumber masalahnya, menunjukkan virus jenis baru itu memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak.

"Kami belum menetapkan kausalitas apapun tentang itu, tetapi kami dapat melihatnya di data. Kami perlu mengumpulkan lebih banyak data untuk melihat bagaimana perilakunya di masa mendatang," kata Neil.