WHO: Varian Baru COVID-19 Sudah Menyebar ke Lebih dari 70 Negara

Daurina Lestari, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian baru COVID-19, yang membuat virus lebih menular dan membuat perlindungan vaksin menjadi kurang efektif, kini telah menyebar dengan cepat di banyak negara.

Dalam informasi terbarunya, WHO mengatakan varian baru COVID-19 yang lebih menular, yang pertama kali ditemukan di Inggris pada 25 Januari lalu, sekarang sudah menyebar ke 70 negara di semua wilayah di dunia.

Varian yang dikenal dengan VOC 202012/01 atau B.1.1.7 terbukti menular lebih cepat dari varian virus sebelumnya, bahkan telah menyebar ke 10 negara lainnya selama sepekan terakhir.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, pekan lalu memperingatkan berdasarkan studi baru ada indikasi strain baru virus bisa lebih mematikan. Namun WHO menekankan hasil tersebut masih terlalu awal, dan perlu lebih banyak analisis untuk memperkuat temuan ini.

Baca juga: Program 100 Hari, Kapolri Listyo Akan Ubah Fungsi Polsek

Dilansir dari Straits Times, semua virus memang bermutasi ketika bereplikasi untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Para ilmuwan juga telah melacak beberapa mutasi Sars-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. WHO mendesak negara-negara untuk aktif bekerja, menemukan mutasi virus yang secara signifikan mengubah virulensi atau penularan virus.

Sebelumnya pada Oktober lalu, kasus varian 501.V2 ditemukan pertama kali di Afrika Selatan. Menurut WHO, varian itu kini telah menyebar ke-31 negara lebih dari seminggu yang lalu.