Varian Baru Virus Corona Dekati Indonesia, Ini Langkah Kemenkes

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa pekan belakangan ini, dunia tengah khawatir dengan adanya mutasi virus corona yang terjadi di Inggris. Mutasi virus corona di Inggris yang dinamai Varian Under Investigation 20201201 (VUI 20201201) ini diketahui pertama kali ditemukan pada akhir September.

Varian virus baru tersebut diketahui memiliki sifat dari varian baru virus yang bernama Varian Under Investigation 20201201 (VUI 202021201) ini diketahui memiliki daya sebar yang cepat.

Meski penularannya lebih cepat tapi belum ada bukti varian ini menimbulkan tingkat keparahan yang lebih tidak membuat penyakitnya lebih berat dan juga tidak menambah tingkat kematian.

Bukan hanya di Inggris yang terbaru varian virus baru yang mirip di Inggris itu dilaporkan ada di Afrika Selatan, Australia dan terbaru di Singapura. Lalu bagaimana langkah antisipasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan terkait adanya temuan varian virus corona baru ini?

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunawan Sadiki menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta ahli mikrobiologis kedokteran yang ada di jajaran untuk mempelajari hal tersebut. Hal ini karena kata Budi, masalah strain ini harus dilakukan kajian secara scientific untuk bisa memastikan apa sebenarnya yang terjadi.

"Untuk hal-hal seperti ini, jangan terlalu terburu-buru menolak kebenaran berita atau menerima berita ini. Karena itu adalah sangat teknis biologis kedokteran sifatnya dan kita harus konsultasikan segera ke para ahli dan saya sudah minta ke teman-teman untuk berkonsultasi dengan ahli mikrobiologi kedokteran untuk bisa memastikan apa sebenarnya yang terjadi," kata dia dalam virtual conference, Jumat 25 Desember 2020.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. Dijelaskannya, saat ini pihaknya tengah membentuk tim untuk mempelajari hal tereebut.

Namun kata Dante, yang lebih penting saat ini dilakukan adalah mengomunikasikan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Memang ada varian baru yang sedang kita pelajari dan kita akan membentuk tim mempelajari kajian tersebut paling penting bantu kita melakukan komunikasi positif. Komunikasi positif yang tidak menakut-nakuti orang tetapi membuat orang lain care terhadap 3 M jauh lebih penting dan lebih baik daripada angkat isu itu," tutur dia.

[10:59, 11/2/2020] Tasya Viva 2: Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak
[10:10, 10/7/2020] Uthe VIVa Life: gengs aiy ingetin lg ya.. semua artikel covid yg "tone positif", jgn lupa masukin tag satgascovid19 beserta imbauan di badan artikel: Saat ini jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Untuk itu jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan dan lakukan 3M: Memakai Maske, Menjaga Jarak dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun,

#pakaimasker
#jagajarak
#cucitangan
#satgascovid19
#ingatpesanibu