Varian COVID-19 Inggris Terdeteksi di Asia, Waspada 3 Gejalanya

Adinda Permatasari, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Setelah Inggris, varian COVID-19 yang lebih baru telah ditemukan di salah satu negara di Asia, yaitu India. Menurut laporan terbaru, setidaknya ada 4 orang yang telah dinyatakan positif dari varian COVID-19 Afrika Selatan (varian B.1.351), dan 1 orang positif dengan varian Brasil (varian B.1.1.28.1 atau P.1).

Kabar ini muncul pada saat jumlah kasus COVID-19 di India telah mencapai titik terendah. Meksipun mutasi dengan virus apapun tidak jarang terjadi, tren angkanya yang mengkhawatirkan baru-baru ini, membuatnya begitu menakutkan.

Analisis kasus secara global telah menunjukkan bahwa mutasi yang baru lebih menular, bahkan dapat membawa lebih banyak gejala daripada yang diketahui sebelumnya.

Varian COVID-19 di Inggris tetap menjadi yang paling mengancam sejauh ini, dengan tingkat infeksi dan kematian yang lebih tinggi. Namun, varian Afrika Selatan dan Brasil bisa setara dengan Inggris, sehingga turut memicu ketakutan.

Menurut laporan, ketiga varian tersebut membawa kode genetik (mutasi) yang sama, yaitu E484K, yang memungkinkannya menghindari pertahanan kekebalan dalam tubuh, sehingga memicu terjadinya infeksi.

Pakar penyakit juga telah mengamati bahwa kedua varian yang dimaksud, yaitu Afrika Selatan dan Brasil, lebih menular daripada yang diperkirakan sebelumnya. Namun, tidak ada bukti bahwa varian tersebut mampu menyebabkan penyakit atau kematian yang serius.

Berikut gejala yang harus diwaspadai dari varian COVID-19 ini, dilansir Times of India.

Nyeri otot dan tubuh
Myalgia atau nyeri otot merupakan salah satu gejala COVID-19 yang paling banyak dibicarakan saat ini. Meskipun gejala ini biasanya dikaitkan dengan infeksi COVID-19 sedang atau berat, orang yang didiagnosis dengan varian baru COVID-19, semakin banyak yang melaporkan nyeri otot dan nyeri tubuh, sebagai gejala awal.

Kelelahan kronis
Kelelahan adalah gejala umum lain yang dirasakan pasien COVID-19. Namun, tanda ini juga sering dilaporkan sebagai gejala varian dan mutasi baru COVID-19.

Kelelahan kronis dan disorientasi akibat virus disebabkan oleh demam tinggi dan gejala lain yang terkait dengan COVID-19. Merasakan lelah juga bisa menjadi efek samping dari replikasi virus aktif di dalam tubuh.

Batuk
Batuk terus-menerus, bersama dengan sakit tenggorokan juga muncul sebagai gejala yang umum terjadi pada jenis COVID-19 yang baru. Sekali lagi, gejala awal ini lebih sering terjadi pada strain atau varian baru.