Varian Delta Menulari Saat Berpapasan? Ini Pendapat Ahli Imunologi

·Bacaan 2 menit

VIVAVarian delta atau varian B1617.2 diketahui telah menyebar ke beberapa negara di dunia. Varian delta yang pertama kali ditemukan di India ini telah dimasukkan ke dalam daftar Variant of Concern (VOC) atau varian yang mengkhawatirkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bukan tanpa sebab, dimasukkannya varian delta dalam daftar VOC ini lantaran varian Delta diketahui dapat menular dengan lebih cepat. Bahkan kabar terbaru varian delta ini dapat ditularkan saat berpapasan.

Kabar ini berawal dari Otoritas wilayah New South Wales, Australia, yang mencatat beberapa kasus yang dikhawatirkan merupakan varian Delta. Kasus tersebut ditemukan pada pengunjung di pusat perbelanjaan, Bondi Junction Westfield.

Dilansir dari laman The Stuff, dalam sebuah rekaman CCTV menunjukkan dua orang berbelanja di Bondi Junction Westfield di Sydney. Mereka melewati satu sama lain dengan cepat tetapi tidak saling berkontak. Mereka hanya berbagi udara yang sama untuk sesaat.

Keduanya kini terinfeksi COVID-19. Keduanya diketahui terkonfirmasi varian Delta selama wabah New South Wales yang sedang berlangsung. Pihak berwenang Australia percaya hal yang sama terjadi pada dua orang lainnya.

Lantas apakah varian delta ini bisa menular melalui udara atau airborne? Terkait hal ini, Ahli Imunologi dan Virologi, dr. Yordan Khaedir, Ph.D angkat bicara dalam program Hidup Sehat tvOne, Selasa 29 Juni 2021.

"Belum ada data yang cukup untuk itu. Belajar dari pengalaman di India melonjak setelah ada prosesi keagamaan, dimana-mana orang berkumpul dengan sangat rapat sekali. Cuma untuk ke arah airborne informasinya masih kurang," kata Yordan.

Yordan kemudian menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berjaga-jaga dengan tidak terlalu lama berada di ruang tertutup tanpa ventilasi. Hal ini lantaran berpotensi terjadi penularan.

"Dulu di ruang tertutup variannya beta misalnya atau origin dengan daya tahan tubuh kita yang bagus kemudian dengan vaksin kita bisa, namun varian delta karena karakteristiknya tadi jadi lebih bisa menginfeksi lebih mudah menularkan," kata dia.

Selain itu, Yordan juga mengimbau agar tidak terlalu lama berinteraksi dengan orang lain.

"Durasi, kalau kita kenal 5 m, ventilasi, durasi, dan jarak jadi durasi kalau bisa jangan terlalu lama dengan sekumpulan orang. Belum ada penelitian yang tepat berapa lama karena kita tidak tahu yang lain virus di ruangan tersebut, orang lain sudah membawa virus tersebut, jadi belum ada. Jangan berinteraksi terlalu dekat," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel