"Ventricle building" RS Jantung Harapan Kita diresmikan Wamenkes

Wakil Menteri Kesehatan (Wamankes) Dante Saksono Harbuwono, Rabu meresmikan gedung baru “ventricle building” Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta sebagai langkah perwujudan transformasi layanan jantung di Indonesia.

“Inovasi pembangunan ‘ventricle building’ ini termasuk ke dalam langkah Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai rumah sakit pengampu dalam mentransformasikan layanan jantung di Indonesia melalui tiga aspek,” katanya saat acara "soft launching" di RSJPDHK, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan ketiga aspek tersebut antara lain peningkatan kapasitas pelayanan, peningkatan kapasitas pelaksanaan di tingkat keperawatan kardiovaskular, dan peningkatan kemampuan tatalaksana jantung yang menghadirkan teknologi kedokteran kardiovaskular.

Wamenkes mengingatkan bahwa penyakit jantung masih menjadi ancaman dunia. Dia menyebutkan kematian akibat penyakit jantung mencapai 651.481 penduduk per tahun di Indonesia, terdiri dari penyakit jantung koroner, penyakit jantung hipertensi, dan penyakit jantung lainnya.

Selain itu, dia juga menyoroti penyakit jantung bawaan pada bayi baru lahir yang masih terjadi dan perlu mendapat perhatian. Menurut data Kemenkes, sebanyak 10.500 bayi terlahir dengan penyakit jantung bawaan tiap tahunnya.

“Penyakit jantung juga menyebabkan pembiayaan terbesar di bidang kesehatan di Indonesia dengan total pembiayaan sebesar Rp8,74 triliun pada tahun 2021. Untuk itu kita perlu melakukan transformasi layanan jantung, salah satunya adalah dilakukan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai rumah sakit pengampu layanan jantung nasional,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa investasi pembangunan gedung “ventricle building” cukup besar yaitu sebesar Rp674 miliar. Mengingat hal tersebut, RSJPDHK diharapkan dapat meningkatkan remunerasi bagi dokter serta melakukan perbaikan di berbagai aspek seperti peningkatan kemampuan jam kerja, sistem remunerasi yang berkeadilan, pengaturan standar klinis, serta digitalisasi sistem administrasi rumah sakit.

Diingatkannya bahwa masih terdapat tugas yang perlu diselesaikan secepatnya dengan dibangunnya gedung baru di RSJPDHK, yaitu membangun kerja sama melalui institusi global seperti UCLA Health dan Clifton Clinic, agar dapat menunjang pelayanan jantung Indonesia ke taraf yang lebih baik.

Menurut dia, pihaknya bersama Direktur Utama RSJPDHK Iwan Dakota telah mengunjungi Clifton Clinic di Amerika pada bulan lalu sebagai upaya untuk membangun kolaborasi (co-branding) yang diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat.

“Kita harapkan kolaborasi tersebut bisa terwujud dengan pengembangan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita yang semakin optimal, semakin terpadu, dan semakin menyeluruh dan holistik,” demikian Dante Saksono Harbuwono.

Baca juga: RS Jantung Harapan Kami memperkenalkan layanan transplantasi jantung

Baca juga: RS Harapan Kita merawat 29 pasien COVID-19

Baca juga: RS Kanjuruhan Malang menjadi jaringan RS Harapan Hati kami

Baca juga: Polisi selidiki kasus pencurian uang jutaan rupiah di RS Harapan Kita