Venue Dayung PON XX Papua Jadi yang Terbaik dan Terindah di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus memantau venue dayung Pon XX Papua, yang telah dipakai untuk menggelar pertandingan cabang olahraga Dayung.

Menurut dia, arena olahraga Dayung di PON XX Papua merupakan venue terbaik dan terindah di Indonesia dengan latar belakang perbukitan Abepura. Venue dayung dibangun tidak jauh dari Jembatan Youtefa yang membentang di atas Teluk Youtefa.

Dikatakan Menteri Basuki, pembangunan venue Dayung juga mengedepankan kualitas dari segi kekuatan, kerapihan, kenyamanan dan keselamatannya. Sehingga dinilai dapat digunakan untuk pertandingan berskala internasional.

"Venue Dayung yang digunakan untuk Asian Games 2018 di Jakabaring dibangun dengan embung buatan. Tetapi di Papua ini berada di teluk alami, sehingga venue ini bisa menjadi tempat rekreasi masyarakat Jayapura, termasuk bisa digunakan untuk pertandingan skala internasional," tutur Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) ini juga berpesan kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BBPW) Papua, untuk melengkapi venue Dayung dengan tempat sampah dan kursi-kursi taman agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi.

"Pesan saya jaga kebersihan, tadi saya lihat masih banyak putung rokok. Jadi saya minta ke balai untuk lengkapi dengan tempat sampah dan kursi-kursi agar dapat menjadi destinasi wisata selain Jembatan Youtefa," imbuh Menteri Basuki.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Proses Pembangunan

Veneu Dyung PON XX Papua (dok: PUPR)
Veneu Dyung PON XX Papua (dok: PUPR)

Pembangunan venue Dayung untuk PON Papua mulai dilaksanakan sejak Februari 2020 dan telah selesai pada Agustus 2021. Pelaksana pembangunan dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan anggaran APBN.

Pengerjaan venue Dayung diawali dengan pekerjaan pengaman pantai berupa reklamasi seluas 19.771 m2 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Ditjen Sumber Daya Air. Selanjutnya, di area reklamasi dibangun oleh BPPW Papua berupa gudang perahu seluas 1.867 m2 dan menara finish 62,38 m2.

Venue ini memiliki lintasan sepanjang 2.200 meter dan lebar 81 meter (9 lintasan) dengan total luas lintasan 1,7 hektar. Selain itu juga dilengkapi 8 unit penanda jarak, 8 unit pancang penahan, 2 unit obstacle canoe slalom, menara start seluas 14 m2, 2 unit menara pelurus seluas 9 m2, dan menara pantau sebanyak 5 unit seluas 9 m2.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel