Vettel Mati Rasa dengan Ferrari

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Wajar kalau kekecewaan driver Jerman itu menumpuk. Ia menerima pinangan Scuderia Ferrari pada 2015 dengan harapan bisa juara dunia lagi.

Namun, kenyataannya sulit baginya kembali menyandang predikat bergengsi. Vettel maksimal bertengger di peringkat dua pada musim 2017 dan 2018.

Musim 2020, ia malah tercecer di posisi ke-13 dengan koleksi poin 33. Rapor terburuk kedua setelah debutnya dengan BMW Sauber F1 dan Scuderia Toro Rosso pada 2007. Kala itu, pembalap 33 tahun menghuni ranking ke-14.

“Ini adalah tahun yang berat bagi saya. Saya bahwa sangat meragukan kemampuan saya. Saya ingin mengatakan, bahwa saya tidak punya pencapaian apapun tapi aya masih termotivasi.,” katanya kepada Die Zeit.

“Kondisi sekarang juga jauh dari mudah. Cinta saya dengan tim sudah habis.”

Baca Juga:

Pemerintah Mongolia Tunggu Permintaan Maaf Verstappen Raikkonen Percaya Ferrari Bangkit Musim Depan

Meski mentalnya sempat terpukul, Vettel tak mau larut dalam kesedihan. Ia bertekad bangkit dan mempertahankan kariernya hingga usianya memasuki kepala empat.

“Sekarang usia saya baru 33 tahun dan pada usia 40 tahun, saya ingin berhenti membalap,” ucapnya.

“Jadi jika Anda benar-benar menilai itu, saya punya tiga sampai tujuh tahun tersisa di Formula 1.”

Juara dunia F1 empat kali tersebut menilai perubahan suasana bisa membuatnya mengeluarkan kemampuan terbaik. Walaupun ia tidak berani menjanjikan bakal sukses secepatnya dengan tim yang kini bernama Racing Point. Ia butuh waktu untuk beradaptasi.

“Saya masih berharap banyak dengan balapan tersisa tapi saya kira proyek baru dengan Aston Martin akan membuka banyak peluang.

“Kami tidak bisa berhasil secepat mungkin, tapi saya yakin suasananya akan sangat berbeda dan ada target baru untuk membantu perkembangan tim,” Sebastian Vettel menegaskan.