Via sanlat, Ketua DPRD Bogor semangati santri-mahasiswa jadi pemimpin

·Bacaan 3 menit

Ketua DPRD Kota Bogor, Jawa Barat Atang Trisnanto memberikan semangat kepada para peserta kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1443 Hijriyah yang terdiri atas santri, pelajar SLTA dan mahasiswa untuk yakin bisa menjadi pemimpin besar di setiap level yang diharapkan, selama berusaha, berdoa dan menuruti arahan pesantren dalam perjalanan pendidikannya.


"Ini ruang rapat paripurna, tidak semua orang bisa duduk di sini. Tapi hari ini melalui Pesantren Kilat Ramadhan 1443 Hiriyah dibuka untuk kalian, agar bisa merasakan, semangat menjadi pemimpin," katanya saat memberikan sambutan pada Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1443 Hijriah bertajuk "Pendidikan Vokasi di Kalangan Santri" secara hybrid di Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat petang.

Pada kegiatan Sanlat Ramadhan yang diikuti 130 orang secara daring dan luring itu, ia menyemangati generasi muda itu agar memberi nuansa optimisme bagi santri, pelajar da mahasiswa untuk optimistis meraih masa depan yang gemilang.

Menurut dia adalah merupakan terobosan kegiatan sanlat yang dilakukan di gedung dewan, tepat di ruang paling penting untuk menetapkan regulasi berupa peraturan daerah (Perda) seyogyanya bisa mendorong santri untuk percaya diri bercita-cita menjadi pemimpin.

Kegiatan Pesantren Kilat Pendidikan Vokasi di Kalangan Santri pada 2022 itu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, yakni BPJAMSOSTEK, Kementerian Ketenagakerjaan, DPRD Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, Taman Safari Indonesia (TSI) Indofood, dan Alfamart.

Selain itu,juga PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Tata Jabar, Batamindo Investment Cakrawala, Yayasan Kesejahteraan Karyawan dan Pensiunan ANTARA (YKKPA) dan PDAM Tirta Kahuripan.

Sebagai tokoh masyarakat yang berawal dari santri di ujung Provinsi Jawa Timur, kata dia, keberhasilan dirinya menjadi pemimpin menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah keniscayaan kepada siapa yang mau berjuang, menimba ilmu dan patuh kepada kyai atau guru yang selama ini mengajar dengan tulus dan baik.


Baca juga: Peserta pesantren kilat dapat edukasi keuangan syariah

Baca juga: Pesantren kilat Ramadhan momentum memperbaiki diri

Baca juga: Pesantren Kilat Ramadhan kedelapan digelar Serikat Pekerja ANTARA

Ia menegaskan bahwa menjadi pemimpin juga soal keyakinan kepada sang pencipta dan mengutamakan kebaikan kepada sesama, sehingga Allah SWT akan menguatkan jalan menuju puncak kesuksesan menapak menjadi pemimpin.

"Kepemimpinan itu tinggal hanya soal waktu. Jangan pernah berkata bahwa saya tidak mungkin menjadi seorang pemimpin," katanya menegaskan.

Karena itu, santri, pelajar, maupun mahasiswa perlu mengingat sabda Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam (SAW) yakni , "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya."

"Hal memacu setiap orang untuk mampu mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin yang berkapasitas dan berakhlak baik," demikian Atang Trisnanto, Presiden Mahasiswa IPB (2001-2002), anggota Majelis Wali Amanat (MWA) IPB (2001-2002) dan Presidium Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek itu.

Pesantren Kilat Ramadhan itu dibuka oleh Staf Khusus Menaker, Caswiono Rusydi Cakrawangsa, yang didampingi Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Muhammad Ali itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat Dr Ir H Ifan Haryanto, M.Sc.


Baca juga: Pelajar-santri-mahasiswa di Bogor ikuti Sanlat Ramadhan soal vokasi

Baca juga: Peserta Sanlat Ramadhan diajak melihat pusat riset SEAMEO BIOTROP

Baca juga: Pemkab Bogor dorong santri miliki kompetensi hadapi bonus demografi

Baca juga: Kemenaker harapkan UU Pesantren mudahkan santri akses dunia kerja

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel