VIDEO: 3 Video Pilihan Minggu Ini, Anthony Ginting Gagal ke Final Thailand Terbuka 2021 dan Pebalap Reli yang Menangis

·Bacaan 1 menit

Berita video pilihan minggu ini akan membahas tentang, Anthony Ginting yang gagal ke final Thailand Terbuka 2021, dan pebalap yang menangis di balapan reli.

Anthony Ginting gagal melangkah ke Final Thailand Terbuka 2021 usai dikalahkan perwakilan dari Denmark, Viktor Axelsen pada Sabtu (16/1/2021).

Pada semifinal Tunggal Putra Thailand Open 2021, Anthony Sinisuka Ginting gagal mengalahkan Victor Axelsen. Ia menyerah kalah lewat rubber-gim, 19-21, 21-13, dan 13-21.

Indonesia mengirimkan dua perwakilan ke final Thailand Terbuka 2021 yakni pada sektor Ganda Putri dan sektor Ganda Campuran.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil melangkah ke final Thailand Terbuka 2021 setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Eung Chan, di semifinal Thailand Terbuka 2021, Sabtu (16/1/2021).

Sementara Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, meraih kemenangan atas ganda campuran Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, pada laga semifinal Thailand Terbuka 2021. Mereka menang dua gim langsung 21-16 dan 23-21.

Selanjutnya ada momen haru ditengah balap motor reli ini. Ross Branch, pebalap asal pabrikan Jepang ini menangis setelah dirinya mengelami kecelakaan dilintasan.

Pebalap motor dari tim Yamah Monster Energy ini sempat berhenti beberapa saat ketika balapan sedang berlangsung.

Ia mengalami kecelakaan saat berada dalam kondisi jalan yang terjal. Ross Branch tidak bisa mengendalikan motornya sehingga ia jatuh dan harus berhenti ditengah balapan.

Ross Branch baru mendapat pertolongan kepada motornya setelah menunggu selama 40 menit. Momen haru pun terjadi.

Ia tak kuasa menahan air matanya ketika sempat berhenti sesaat dalam balapan. Hal tersebut dikarenakan motornya yang lama ditangani dan membuat dirinya tertinggal jauh dengan pebalap lainnya.

Berikut 3 video pilihan minggu ini, dari Anthony Ginting yang gagal melangkah ke final Thailand Terbuka 2021, dan pebalap reli yang menangis ditengah balapan.