VIDEO: Area Pembuangan Sampah Berubah Jadi Lahan Budi Daya Produktif

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai salah satu upaya ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19, warga perumahan di Sidoarjo, Jawa Timur mengubah tempat pembuangan sampah, menjadi tempat budi daya ikan, sayur-mayur, dan tanaman toga, secara swadaya.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan bisa meringankan beban ekonomi selama pandemi COVID-19, serta warga tidak perlu belanja jauh, untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Berikut kita simak video inspiratifnya pada Fokus, 2 November 2020.

Lahan berukuran 750 meter persegi, di Perumahan Citra Surya Mas, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, yang dulunya lokasi pembuangan sampah liar, kini disulap menjadi tempat budi daya ikan, sayur-mayur, dan tanaman toga oleh warga setempat.

Lokasi yang dahulu dipenuhi rumput ilalang dan tak terurus, kini menjadi tempat yang indah nan asri. Berbagai macam sayuran ditanam, di antaranya, bayam, kangkung, tomat, dan terong. Selain itu juga ada kolam ikan berisi ikan air tawar, jenis lele dan nila.

Ketua RT setempat, Imam Mukozali mengatakan, awalnya warga digerakkan untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata mampu memberikan solusi ketahanan pangan, bagi warga sekitar, di tengah pandemi COVID-19.

Warga pun senang dan merasakan manfaatnya, yakni tidak perlu belanja jauh-jauh. Di sini warga bisa mendapatkan sayur segar, dan sehat, karena perawatannya tanpa bahan kimia.

"Kita melihat bahwa lokasi ini adalah tempat pembuangan sampah warga, yang tidak terurus, sehingga rumputnya tinggi-tinggi, bahkan orang lewat sini saja sudah enggan, takut, takut ada ular, nah oleh karena itu, kita mempunyai satu inisiasi, bagaimana lahan yang tidak bermanfaat itu kita manfaatkan," papar Imam Mukozali, Ketua RT 30.

Sementara itu, Susanti warga RT 30 mengatakan, ibu-ibu menjadi lebih irit karena dapat mengambil sendiri hasil budi daya.

"Bisa menanam lagi, dan bisa membantu tetangga-tetangga semuanya ini, khususnya RT 30, itu tidak perlu lagi terlalu belanja keluar untuk sayuran, bisa ambil di sini saja," tutur dia.

Selain dijadikan tempat budi daya sayur-mayur, tanaman toga, dan budi daya ikan, di lokasi ini banyak dikunjungi warga dari luar, sebagai obyek wisata. Pengunjung bisa mencari udara segar dan berswafoto.