Video Asusila Anak SMP Beredar, 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta : Beredarnya video asusila pelajar SMP tentu mengagetkan banyak pihak. Namun, perilaku amoral tersebut kini makin marak terjadi di kalangan remaja. Apa sebabnya

Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Heri Widodo, M.Psi, membahas beberapa faktor yang cukup signifikan.

a. Teman sebaya

"Berbeda dengan individu di masa anak-anak, bagi remaja, pendapat dan penerimaan teman sebaya sangatlah penting," kata Heri dalam surat elektronik yang diterima Liputan6.com, Jumat (25/10/2013).

Menurut Heri, eksistensi sangat dipengaruhi oleh bagaimana persesepsi teman sebaya terhadap mereka. "Jika teman sebaya memberikan pengaruh yang negatif, misalnya mendorong mereka utk bertindak amoral, maka remaja akan mendapat dorongan yang kuat untuk melakukannya," ujarnya.

b. Pengaruh media

Pengaruh informasi media seperti cetak, elektronik, internet, yang tidak difilter dengan baik (tayangan porno dapat mempengaruhi remaja untuk bertindak amoral.

c. Pengaruh model

"Dalam melakukan tindakan amoral, remaja juga mendapatkan pengaruh dari orang dewasa dalam bentuk model/contoh. Saat ini dapat dijumpai banyaknya perilaku amoral orang dewasa yang bisa ditemui remaja (misal lewat media atau kehidupan sehari-hari)," katanya.

d. Pengabaian di keluarga

Keluarga yang mengabaikan anaknya yang sedang tumbuh remaja (misalnya karena ada masalah, kesibukan, perceraian) akan mendorong anak mencari `tempat bernaung` di luar keluarga. Hal ini membuat remaja tidak terkontrol dan tidak memiliki teman/pendamping yang tepat sehingga mempermudahnya terjerumus dalam tindakan amoral

e. Tercapainya kematangan biologis dan hormonal individu

Saat remaja, individu mengalami kematangan biologis. Hal ini akan mendorong remaja secara internal untuk lebih kuat melakukan perilaku yang berhubungan dengan seks.

Seperti diketahui, video mesum yang melibatkan dua pelajar SMP di Jakarta Pusat, AE dan FP beredar. Polisi juga sudah memeriksanya. Namun, dalam video berdurasi lima menit tersebut polisi tak menemukan adanya paksaan melainkan suka sama suka. Padahal, korban sebelumnya melaporkan telah terjadi perkosaan.

(Mel/Abd)