VIDEO: Bayi Kembar Korban Pembunuhan Dimakamkan, Pelaku Histeris

Liputan6.com, Manado : Air mata Nova Wurangian bisa jadi merupakan gambaran begitu mendalamnya rasa penyesalan dan kepedihan setelah anak kembarnya meninggal dalam bekapannya. Tapi apalah arti penyesalan itu, karena semuanya sudah berlalu.    

Nova kini dijadikan tersangka dalam kasus tewasnya bayi kembar Ralfa dan Rado. Di depan jenazah anak kembarnya, air mata Nova terus membanjiri pipinya. Berulang kali teriakan histeris Nova terdengar menyayat hati. Tak kuasa menahan diri, Nova pun jatuh pingsan.

 

Menurut Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Nanang Nugroho, Ralfa dan Rado dibunuh oleh ibunya sendiri, Nova yang kini telah berstatus tersangka. Mulanya, Nova mencoba membuat suatu alibi, saat anaknya meninggal dirinya sedang keluar rumah membeli susu. Tapi ketika polisi memeriksa CCTV di toko yang disebutkan tersangka, tak ada satu pun sosok Nova terekam di kamera tersebut saat membeli susu.

Jasad bayi kembar laki-laki berumur enam bulan itu telah dimakamkan, Senin (10/12/2012) siang. Makam itu tak jauh dari rumah tinggal Nova. Jenazah Ralfa dan Raldo dimakamkan di dalam satu liang.

Hari-hari ke depan, tinggallah sang ibu Nova Wurangian mempertanggungjawabkan perbuatannya membunuh sang buah hatinya sendiri. Sementara satu bayi kembar lagi yang masih hidup, Raldi bersama dua kakaknya tinggal sendiri tanpa ibu mendampingi mereka.

Nova Wurangian mempunyai 5 anak, anak ketiga adalah kembar 3 (Ralfa, Ade Rado, dan Raldi) dari satu plasenta semuanya laki-laki berumur enam bulan. (Vin)