Video Bugil Melati Diabadikan Tamannya Dua Tahun Lalu

TRIBUNNEWS.COM--BELITUNG--Anggota Buser Polres Belitung Brigadir Marsyal Effendi hampir tak percaya dengan pemeran video bugil di Belitung yang masih berusia belia. Pengakuan sebut saja Melati (13), video itu diambil temannya saat dirinya masih berusia 11 tahun.

Marsyal baru percaya setelah ABG tersebut mengakui bahwa gambar yang ada dalam video itu adalah dirinya.

"Dia sudah melihat video itu, baik suara maupun badan yang di dalam video tersebut diakui itu dia. Pertamanya saya bingung juga, bahkan dia ceritakan isi video tersebut," ungkap Marsyal kepada bangkapos.com, Kamis (13/9/2012) lalu.

Melati mengaku video tersebut dibuat oleh seseorang tanpa disadarinya. Perekaman itu sudah berlangsung lama, sekitar dua tahun silam, saat Melati masih duduk di bangku kelas lima SD. Sedangkan saat ini Melati tercatat sebagai siswi di sebuah SMP swasta di Tanjungpandan, Belitung.

Bangkapos.com yang berkesempatan mewawancarai Melati juga hampir tak percaya bahwa Melati merupakan gadis dalam video berjudul 'The Kerekutox' tersebut.
Bangkapos.com sempat menanyakan ke anggota Buser Polres Belitung mengenai video yang dimaksud apakah sudah diperlihatkan ke Melati.

Secara fisik, penampilan Melati dalam video jauh lebih dewasa dengan Melati saat dipanggil PPA Polres Belitung untuk dimintai keterangan. Namun setelah Melati mulai menirukan suara dalam video dan memperlihatkan cara tertawanya, pihak kepolisian yakin bahwa itu Melati.

Berita lain:

  • Agus Hilang Terseret Arus Sungai Jeneberang 
  • Main Futsal, Jokowi Sukses Cetak Gol 
  • Pemprov Kaltim Minta Tambahan Kuota BBM
  • KA Malioboro Malang-Jogjakarta Beroperasi 20 September
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.