Video burung yang mengeluarkan api ini adalah hasil manipulasi digital

·Bacaan 4 menit

Sebuah video telah beredar di berbagai postingan medsos dengan klaim bahwa video itu memperlihatkan seekor burung yang mengeluarkan api dan burung itu disebut penyebab kebakaran hutan di Australia. Klaim itu salah. Seorang seniman efek spesial memberitahu AFP video itu adalah hasil manipulasi digital rekaman video seekor burung di Brazil. Pakar ornitologi menjelaskan bahwa beberapa jenis burung lainnya memang bisa memakai tongkat api untuk menggiring mangsa dan karenanya bisa menyebabkan kebakaran hutan, tetapi tidak ada burung yang dapat mengeluarkan api.

Video tersebut diunggah di YouTube di sini pada tanggal 16 November 2021.

Video itu berjudul: "#VIRAL | BURUNG LANGKAH INI BISA MENYEMBURKAN API".

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 24 Desember 2021

Sebagian keterangan video itu berbunyi: "Burung yang satu ini benar-benar berbeda dari burung-burung yang sering kita jumpai sebelumnya. Burung langkah ini tergolong sangat langka dan unik, karena bisa menyemburkan api dari mulutnya, burung ini katanya berasal dari Australia ...

"Menurut institut teknologi Australia, mungkin, burung-burung inilah yang menyebabkan kebakaran hebat yang sering terjadi di Australia..."

Tulisan ditempel di atas video berbunyi: "Burung langkah ini menyemburkan api dari mulutnya persis dikatakan Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu."

Audio video itu menampilkan suara seorang pria berbicara dalam bahasa Arab menyampaikan klaim serupa.

Video burung itu telah ditonton lebih dari 1,600 kali setelah juga dibagikan di YouTube di sini, di sini dan di sini dengan klaim mirip, beberapa di antaranya menyatakan burung itu menyemburkan api dari matanya.

Rekaman video itu juga beredar dengan klaim dalam bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa Swahili.

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Kreasi seniman

Pencarian gambar terbalik, diikuti oleh pencarian kata kunci, menemukan rekaman ini, yang diunggah ke YouTube oleh Fabricio Rabachim, seniman efek visual asal Brazil, pada tanggal 14 Desember 2020.

Video sepanjang sepuluh detik tersebut berjudul: "Quero-Quero Power".

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, keterangan berbahasa Portugis berbunyi: "Siapapun yang telah bertemu dengan quero-quero yang melindungi sarangnya tahu betapa menakutkannya dia, namun sedikit yang telah melihat kekuatan dia yang sesungguhnya..."

"Quero-Quero" adalah nama dalam bahasa Portugis untuk Vanellus chilensis, atau southern lapwing, spesies burung yang umum ditemukan di daerah sabana dan lahan basah (wetland) Amerika Selatan.

Berikut adalah foto southern lapwing yang diambil AFP:

Seekor southern lapwing (Vanellus Chilensis) melebarkan sayapnya di Salvador, ibu kota Bahia, negara bagian Brazil, pada tanggal 19 Juni 2019. ( AFP / Juan Mabromata)

Dalam emailnya kepada AFP pada tanggal 7 Desember 2021, Rabachim mengatakan bahwa ia merekam video burung itu dan kemudian menambahkan pada rekaman asli apa yang ia sebut sebagai "CG dan sedikit compositing" untuk efek spesial.

"CG" berarti computer generated, sedangkan "compositing" mengacu kepada sebuah teknik efek visual yang menggabungkan rekaman video dengan elemen yang diciptakan dengan komputer atau CG.

Lebih lanjut, Rabachim berkata ia mengambil video burung itu di Taman Ibirapuera di kota Sao Paulo, di Brazil.

"Saya senang pergi ke taman dan merekam video tanaman, serangga dan hewan, hari itu burung itu jaraknya dekat sekali dengan saya dan saya kebetulan sedang memegang kamera, jadi saya arahkan kamera ke burung itu dan ia berpose untuk saya," katanya kepada AFP.

Berikut merupakan perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video YouTube karya Rabachim (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video YouTube karya Rabachim (kanan)

'Tidak ada burung yang dapat mengeluarkan api'

Para pakar yang diwawancarai AFP mengonfirmasi bahwa tak ada burung yang dapat mengeluarkan api.

"Tidak ada burung yang dapat 'mengeluarkan' api atau sejenisnya," kata Bob Gosford, ahli ornitologi di Australia, dalam emailnya kepada AFP pada tanggal 28 November 2021.

Dalam email kepada AFP pada tanggal 24 November 2021, Mark Bonta, ahli ilmu bumi budaya dan filosofi bumi di AS, juga mengatakan tidak ada burung yang dapat mengeluarkan api.

Kedua pakar mengidentifikasi burung dalam unggahan menyesatkan tersebut sebagai lapwing, dengan Gosford secara spesifik mengatakan bahwa burung tersebut terlihat seperti southern lapwing.

Akan tetapi, mereka juga menyebutkan beberapa jenis burung lain yang dapat memulai kebakaran dengan menyebarkan tongkat api untuk menggiring keluar mangsa mereka, seperti yang dijelaskan dalam tulisan riset mereka dan pakar lainnya, yang diterbitkan di Journal of Ethnobiology pada bulan Desember 2017.

Tulisan tersebut juga menyebutkan dokumentasi pengamatan atas "penyebaran api secara disengaja" yang dilakukan oleh elang paria (Milvus migrans), elang siul (Haliastur sphenurus) dan alap-alap coklat (Falco berigora) di sabana tropis Australia.

Tulisan yang sama menjelaskan: "Para pengamat melaporkan upaya tunggal dan kooperatif, yang seringkali berhasil, untuk menyebarkan kebakaran hutan secara sengaja dengan membawa tongkat api dengan cakar atau paruh satu kali atau berkali-kali."

Dalam wawancaranya dengan Australian Broadcasting Corp pada bulan Maret 2016 di sini, Gosford merincikan laporan yang diberikan oleh saksi mata yang melihat burung di garis depan kebakaran hutan mengambil ranting membara dan menjatuhkannya di tempat yang tidak terbakar untuk menyebarkan api.

"Tak ada keraguan bahwa beberapa kebakaran yang melibatkan burung-burung ini bisa mengakibatkan kebakaran dalam skala besar, tetapi saya harus memberitahu bahwa kami tidak memiliki bukti hal itu dilakukan oleh burung-burung ini," ujar Gosford kepada AFP.

"Meskipun demikian, beberapa kebakaran di sabana tropis di Australia bagian utara bisa menjadi sangat besar dan berlangsung selama berhari-hari, jika tidak berminggu-minggu."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel