Video Ceramah Habib Bahar: Saya Tidak Takut Ditangkap, Dipenjara Lagi

Daurina Lestari, Ahmad Farhan Faris

VIVA – Habib Bahar bin Smith kembali dipenjara lagi pada Selasa dini hari, 19 Mei 2020. Bahar baru saja bebas setelah mendapatkan asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM pada Sabtu, 16 Mei 2020.

Ternyata, Habib Bahar sudah bersumpah di hadapan majelis hakim dan pengacaranya. Bahwa, selama kedua matanya masih terbuka untuk melihat kemungkaran, melihat penderitaan rakyat, melihat kesusahan rakyat. Maka, selama itu tidak ada satupun yang bisa membungkam mulutnya.

"Oleh karenanya, saya baru tadi sore (Sabtu, 16 Mei 2020) keluar dari penjara. Saya sampaikan pada malam hari ini, saya tidak takut besok pagi ditangkap polisi dipenjara lagi, tidak ada masalah," kata Bahar seperti dikutip dari Youtube Bang Zer pada Selasa, 19 Mei 2020.

Bahar mengaku tidak akan pernah kapok berjuang menyampaikan kebenaran agama, meskipun harus dibunuh sekalian. Andaikan dibunuh, kata dia, keluarganya pasti akan tersenyum menyambut jenazah Bahar.

"Kenapa? Saya bukan penjahat, saya bukan koruptor, saya bukan narkoba, saya bukan maling. Tapi saya membela agama Allah, saya membela ajaran datuk saya Rasulullah. Jikalau apa yang saya bicarakan ini menjadi masalah, saya ridho dan ikhlas besok dipenjara lagi," ujanya.

Di samping itu, Bahar juga mengkritik penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Bahar juga menyindir pemerintah yang mengimbau rakyat agar diam di rumah, tapi membiarkan tenaga kerja asing masuk Indonesia. 
"Ada apa ini semua orang-orang disuruh berdiam di dalam rumah, sedangkan tenaga kerja asing dari China mereka kirim sebanyak-banyaknya. Kalian mau bikin susah rakyat, kalian mau bikin rakyat mati kelaparan, kalian yang bikin rakyat susah," katanya.

Untuk itu, Bahar mengaku sering mengatakan bahwa para pahlawan-pahlawan bangsa telah mengorbankan jiwa, nyawa, darah, hartanya demi Kemerdekaan NKRI. Akan tetapi, kata dia, pejabat-pejabat dan pemerintah sekarang bukan berkorban demi rakyat.

"Namun, rakyat yang mereka korbankan, negara yang mereka korbankan, orang susah yang mereka korbankan, demi kepentingan perut, partai politik. Oleh karenanya saya tanya, lawan apa biarkan?," tanya Bahar disambut lawan oleh jemaah.