VIDEO: Dampak Corona COVID-19, Harga Ikan Laut di Lamongan Turun hingga 50 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Dampak dari penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) membuat nelayan Lamongan, Jawa Timur, mengeluh dengan turunnya harga ikan.

Bahkan tak hanya itu juga, sejumlah perusahaan yang menerima ikan milik nelayan juga tutup, karena tak bisa kirim ikan ke luar negeri. Para nelayan di kawasan Pantura, tepatnya di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Mulai mengeluhkan turunnya harga ikan akibat dampak dari penyebaran Corona Covid-19.

Sejak ada imbauan mengantisipasi penyebaran Covid-19, para nelayan mengaku banyak warga yang mengurangi aktivitasnya keluar rumah. Sehingga para pelanggan dan pembeli enggan untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan yang dijual di pasar ikan.

Sejak kabar mewabahnya Corona Covid-19, harga sejumlah hasil laut di pasaran mulai turun. Di antaranya rajungan, yang sebelumya Rp 65 ribu per kilogram, menjadi Rp 45 ribu. Lobster yang awalnya Rp 300 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram.

Sedangkan cumi-cumi harganya menjadi Rp 15 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 35 ribu. Harga hasil laut itu diikuti harga jenis ikan lain, yang turun hingga 50 persen.

Sedangkan menurut Zamhari, Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI), dampak dari Corona Covid-19 ini sangat besar bagi nelayan di Pantura, terutama di wilayah Lamongan.

Semua akses untuk pengiriman ikan ke luar negeri ditutup. Sejumlah perusahaan yang biasanya menerima ikan hasil tangkapan nelayan, juga sementara tutup, padahal hasil tangkapan ikan sangat melimpah.

Para nelayan berharap kondisi bisa segera normal kembali, sehingga harga ikan laut bisa kembali stabil. Demikian diberitakan pada Fokus, 24 Maret 2020.