Video Dugaan Pungli di Terminal Tirtonadi Viral di TikTok, Ini Kata Gibran

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah video yang merekam dugaan aksi pungutan liar (pungli) di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo viral di media sosial TikTok. Seorang pria berseragam petugas terminal diduga menerima 'salam tempel' dari seseorang.

Video yang direkam dari atas bus tersebut diunggah akun TikTok @ingat nafas. Tampak seorang petugas sedang mengecek surat-surat bersama pria berkaus ungu.

Diketahui video diambil bulan Mei 2022 dan diunggah empat hari yang lalu.

Pria tersebut nampak menyerahkan sesuatu di bawah map yang sedang dicek oleh petugas. Kemudian tangan petugas itu menyambut tangan pria berkaus ungu. Pengunggah juga mencolek akun Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Ganjar Pranowo pada keterangan unggahannya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. Gibran mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena Terminal Tirtonadi berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan. Kendati demikian, ia akan berkoordinasi dengan pengelola terminal.

"Coba saya cek dulu, saya nggak bisa komentar karena itu di bawah naungan Kemenhub. Masak itu duit, proposal mungkin," kata Gibran saat ditemui di balai kota.

Gibran pun kemudian melihat video tersebut dari handphone salah satu wartawan. Gibran pun meragukan apa yang ada di bawah map tersebut. Apakah amplop atqu yang lainnya.

"O salam tempel. Yawis nanti biar di cek beliau beliau yang punya wewenang di sana. Coba nanti tak cek. Mengko tak laporke," katanya.

Koordinator Terminal Tirtonadi Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto membenarkan adanya video tersebut. Aksi tersebut dilakukan oleh oknum pegawai kontrak Terminal Tirtonadi.

"Kejadiannya sudah sebulan lalu. Yang bersangkutan oknum tenaga kontrak," ujar dia.

Pihaknya akan memberikan sanksi tegas dan telah merekomendasikan agar yang bersangkutan dikenakan sanksi pemecatan. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel