VIDEO: Evaluasi PBSI untuk Pencapaian Atlet Bulutangkis Indonesia Selama di Thailand

·Bacaan 1 menit

- Tiga turnamen badminton pada awal 2021 digelar di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Pencapaian terbaik dari pasukan bulutangkis Indonesia yaitu gelar juara yang diraih Greysia Polii / Apriyani Rahayu di Yonex Thailand Open. Bagaimana evaluasi dari PBSI?

Tiga turnamen yang digelar yaitu Yonex Thailand Open, Toyota Thailand Open, dan BWF World Tour Finals. Selain Greysia/Apriyani yang juara, pencapaian maksimal yaitu menempati posisi runner-up dan melangkah ke semifinal.

Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti meraih posisi runner-up di Yonex Thailand Open. Lalu, tidak ada yang melangkah ke partai final di Toyota Thailand Open. Namun, di BWF World Tour Finals, pasangan Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan menempati posisi runner-up.

Greysia/Apriyani menjadi juara di ajang level Super 1000 setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai. Mereka menang lewat permainan dua gim langsung, 21-15 dan 21-12.

Sementara itu, Praveen/Melati gagal menjadi juara di Yonex Thailand Open setelah kalah dari pasangan tuan rumah, Dechapol Puavanukroh/Sapsiree Taerattanachai. Mereka takluk dalam pertandingan tiga gim dengan skor 3-21, 22-20, dan 18-21.

Kemudian, Indonesia tanpa gelar pada ajang BWF World Tour Finals 2020. Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan gagal revans atas juara bertahan Thailand Terbuka, Lee Yang/Wang Chi Lin, Minggu (31/01/2021). Pada Pertandingan selama 37 menit tersebut, Ahsan/Hendra kalah dengan skor 17-21, 21-23.

Menurut Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, beberapa kegagalan yang diraih bukan hanya dari segi teknis. Namun, kekalahan skuad bulutangkis Indonesia juga dinilai kurang dari sisi non-teknis selama di Thailand. Penjelasan lebih lengkapnya dapat dilihat dalam tayangan di atas.