VIDEO: Harga Bawang Putih Melonjak di Jombang

Liputan6.com, Jakarta - Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur terus melonjak, dampak pembatasan impor bawang putih dari China pascamerebaknya virus corona.

Di Jombang, harga bawang putih naik hingga 2 kali lipat membuat konsumen mengurangi pembelian bawang putih. Sementara di Banyuwangi, minimnya pasokan bawang di pasaran membuat stok di tingkat pedagang semakin menipis.

Makin langkanya bawang putih di pasaran, membuat harga bawang putih di pasar tradisional di Jombang terus merangkak naik. Seperti di Pasar Pon, misalnya, harga bawang putih mencapai Rp. 55 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp. 26 ribu per kilo.

Kenaikan terjadi sejak beberapa hari lalu, diduga kenaikan dipicu kelangkaan bawang di pasaran. Kini, sejumlah pedagang mengaku kehabisan stok akibat kelangkaan stok bawang putih. Sementara itu, sejumlah warga mengaku terpaksa mengurangi pembelian bawang putih karena harganya terus meroket.

Sementara di Banyuwangi, harga bawang putih juga mencapai Rp 55 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogramnya. Tak hanya di pasar tradisional, harga bawang putih di tingkat pengepul di Pasar Induk Genteng, Kecamatan Genteng juga mengalami kenaikan.

Pihak pengepul menduga, naiknya harga bawang putih ini disebabkan pemerintah terlalu bergantung pada impor bawang putih, khususnya China. Sementara karena adanya pembatasan impor dari luar negeri sejak adanya virus corona, membuat stok bawang putih di tingkat pedagang menipis, dan kian sulit didapatkan. Berikut video peliputannya pada Fokus, 12 Februari 2020

Mereka berharap pemerintah bisa memenuhi pasokan bawang putih dengan memaksimalkan produksi bawang putih dalam negeri, sehingga tidak bergantung dari negara lain. Apalagi bawang putih merupakan bumbu dapur yang tiap hari digunakan masyarakat di Indonesia.