VIDEO: Hirup Gas dari Mesin Pompa Air, Pria di Ngawi Tewas Dalam Sumur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Diduga menghirup gas beracun di dalam sumur, saat mengangkat mesin pompa air, seorang warga di Ngawi, Jawa Timur ditemukan tak bernyawa. Sementara dua orang lainnya, yang tak lain anak korban, pingsan.

Sejumlah warga Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur langsung berdatangan ke lokasi kejadian, begitu mendengar seorang warga tewas di sumur areal persawahan desa setempat. Warga kemudian melaporkan ke kantor polisi.

Lubang sumur yang sempit, licin dan beracun, tidak memungkinkan warga segera mengevakuasi korban. Polisi dari Sektor Kwadungan, Ngawi, minta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.

Dengan menggunakan peralatan lengkap, Tim SAR dari BPBD langsung turun ke sumur untuk mengevakuasi jenazah Harni Harjo Prayitno (65), warga setempat. Korban berhasil diangkat, dan dibawa ke Puskesmas Kwadungan untuk diotopsi. Peristiwa ini terjadi Minggu pagi, 1 November 2020.

Korban bersama dua anaknya, yaitu Agus Parasianto (43), dan Wawan (30), berusaha mengangkat mesin pompa air di dalam sumur.

Di duga menghirup gas beracun, Harni Harjo jatuh ke dasar sumur sedalam kurang lebih 7 meter. Mengetahui bapaknya jatuh, kedua anak korban berusaha menolong, namun keduanya justru pingsan. Warga yang mengetahui, langsung menyelamatkan keduanya, dan membawa ke puskesmas.

"Dua sudah di dalam, tapi yang tewas bapaknya, itu mau ngangkat wair katanya," kata Silvia, Warga Desa Simo Ngawi.

Sementara itu Broto Sanjoyo, Tim SAR Sikathan mengatakan, pihaknya alami kesulitan penyelamatan untuk evakuasi korban. Hal ini karena sumur sawah berdiameter kurang satu meter dan kondisi licin.

"Kami belum mempunyai alat untuk mengukur kadar racun yang ada di dalamnya, kemungkinan karena gas beracun," ujar dia.

Selanjutnya Kapolsek Kwadungan, AKP Sunarijati menerangkan, pihaknya mengamankan TKP dan membantu BPBD untuk evakuasi.

"Namun, untuk kejadian awal masih akan dilakukan lidik, karena kita sendiri datang, korban sudah meninggal."

Karena hasil visum menyebutkan korban tewas murni akibat menghirup gas beracun, jenazah langsung dibawa ke rumah duka, untuk dimakamkan. Demikian seperti diberitakan pada Fokus, 2 November 2020.