Video Hoaks Sepekan: Anak Bos Maspion Dirampok hingga Ridwan Kamil Menari Rayakan Jabar Juara PON XX

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Salah satunya video yang diklaim anak bos Maspion dirampok ketika bersepeda. Postingan itu ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Salah satu yang mengunggahnya berada di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 Oktober 2021.

Dalam video tersebut terdapat beberapa orang yang sedang menolong orang terjatuh dari sepeda. Video itu berdurasi 17 detik.

Akun tersebut menambahkan narasi:

"Anak nye Boss Maspion naik sepeda ditebas tangannya sampe putus oleh perampok. Ojo larang larang sepedane. Sepeda 250 jt yah diincar rampoklah !! 🤔🙄 Yg satu tunangan dan yg satu lagi ditebas tangannya anak bos Maspion 🤦🏼‍♀️"

Namun setelah ditelusuri, postingan video yang menyebut anak bos Maspion dirampok ketika bersepeda adalah tidak benar. Faktanya video tersebut bukan perampokan melainkan kecelakaan saat bersepeda.

Selain kabar palsu anak bos Maspion dirampok saat bersepeda, terdapat video hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

PM India Kolaps Usai Sebut Islam adalah Racun

Gambar Tangkapan Layar Video Hoaks yang Diklaim PM India Sebut Islam adalah Racun (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Video Hoaks yang Diklaim PM India Sebut Islam adalah Racun (sumber: Facebook).

Beredar informasi terkait perdana Menteri India mengatakan "islam adalah racun" dalam pidatonya. Informasi dalam bentuk video ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 Oktober 2021.

Video yang berdurasi 58 detik itu juga memiliki narasi dalam video yang bertuliskan:

"perdana Menteri India dlm pidatonya mengatakan “islam adalah racun” Seketika itu juga Allah cabut ruhnya! Takbir!!"

Video tersebut sudah 1,9 ribu kali ditonton, 212 kali disukai dan mendapat 79 komentar dari warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim Perdana Menteri India menyebut islam itu adalah racun ternyata tidak benar. Faktanya, pria yang ada di video itu adalah Ketua Menteri Gujarat bukan PM India.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Ridwan Kamil Menari Rayakan Jabar Juara PON XX

Cek Fakta Ridwan Kamil menari rayakan kemenangan Jabar juara PON XX.
Cek Fakta Ridwan Kamil menari rayakan kemenangan Jabar juara PON XX.

Beredar di media sosial postingan video Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil yang ditampilkan sedang menari merayakan pesta kemenangan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tetapi tidak menjalankan protokol kesehatan. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya berada di Tiktok pada 15 Oktober 2021. Postingan tersebut menayangkan video Ridwan Kamil sedang menari diiringi dalam kerumunan tanpa prokes.

Dalam video tersebut juga tampak wajah eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama yang juga sedang menari bersamanya.

Tayangan video tersebut juga menampilkan tayangan gambar poster kemenangan umum Jabar di PON XX Papua, jumlah perolehan medali, dan beberapa poster yang berhubungan dengan PON Papua.

Dalam tayangan video tersebut disertai keterangan:

“JABARJUARAA🔥🔥🔥”

Setelah ditelusuri, postingan video Ridwan Kamil merayakan pesta kemenangan Jabar dalam PON Papua XX menari dalam kerumunan tanpa menjalankan prokes adalah tidak benar.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel