Video Hoaks Sepekan: Kejang Akibat Disuntik Vaksin Covid-19 hingga Apel Persiapan Lockdown Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Satu di antaranya video yang diklaim seseorang mengalami kaku yang diklaim akibat vaksin covid-19. Video tersebut ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Dalam video berdurasi 59 detik itu terlihat seorang wanita yang sedang dibawa ke ambulans. Wanita itu menangis serta tangan dan kakinya kaku dan seperti kejang.

Di dalam video juga ada orang yang berkata "habis vaksin enam hari". Selain itu juga terdapat narasi "akibat suntik vaksin kalbar"

Namun setelah ditelusuri, video seseorang yang kaki tangannya kaku seperti kejang akibat vaksin covid-19 di Kalbar adalah tidak benar.

Selain video yang diklaim seseorang mengalami kaku yang diklaim akibat vaksin covid-19, terdapat video hoaks lain yang telah ditelusuri. Berikut rangkumannya.

Motor Berknalpot Corong untuk Membasmi Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video motor berkenalpot corong untuk membasmi Covid-19
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video motor berkenalpot corong untuk membasmi Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video sepeda motor berknalpot corong untuk membasmi Covid-19. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Dunia Davinci, pada 27 Mei 2021.

Unggahan klaim video membasmi Covid-19 dengan sepeda motor berknalpot corong ini berupa video sejumlah orang sedang mengangkat satu sepeda motor dengan knalpot berdiameter lebih besar dari yang dikeluarkan pabrikan.

Satu sepeda motor berikutnya terlihat tidak diangkat. Kedua mesin sepeda motor tersebut sedang dihidupkan dengan RPM gas tinggi dan menimbulkan suara bising.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Duet Maut Vixion Kenalpot Corong Pembasmi Corona, Covid Minggat Seketika 馃榿馃榿馃榿"

Setelah ditelusuri, klaim video motor berknalpot corong untuk membasmi Covid-19 tidak benar.

Puluhan remaja dakam video tersebut tengah melakukan suatu ritual sebelum balapan. Ritual tersebut diyakini sebagai tolak bala agar ketika balapan sepeda motor selamat.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Video Apel Persiapan Lockdown Jakarta

Cek Fakta Liputan6.com menelurusi klaim  video apel persiapan lockdown Jakarta
Cek Fakta Liputan6.com menelurusi klaim video apel persiapan lockdown Jakarta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video apel persiapan lockdown Jakarta. Klaim tersebut diunggah akun Facenook MillennialsSecond, pada 20 Juni 2021.

Unggahan klaim video apel persiapan lockdown Jakarta tersebut berupa video yang direkam dari dalam mobil ke arah sejumlah orang yang sedang berbaris dengan latarbelakang Monumen Nasional (Monas).

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Apel Persiapan LockDown Jakarta."

Dalam video berdurasi 1 menit 22 detik tersebut terdapat narasi suara sebagai berikut:

"Apel persiapan lockdown DKI"

Kemudian pada saat detik ke 25 ada seorang yang berbicara menggunakan pengeras suara dengan narasi sebagai berikut:

"Dirumah saja potensi penularannya terlalu tinggi apalagi varian baru muncul di jakarta, yang kedua petugas-petugas akan membubarkan kerumunan-kerumunan karena itu jangan berkumpul lebih dari lima orang petugas akan datang dan meminta membubarkan diri.

Saya meminta kepada seluruh masyarakat saling mengingatkan, jangan banyak kerumunan jangan banyak kegiatan yang saling berdempetan karena ini potensi pada penularan, karena itu petugas akan membubarkan dan pesan utama adalah segera kembali kerumah kalau urusan sudah selesai jangan mengambil kegiatan ekstra yang tidak pokok, tidak funda mental, tidak urgent karena itu semua itu berisiko"

Setelah ditelusuri, klaim video apel persiapan lockdown Jakarta tidak benar.

Video tersebut memang menampilkan kegiatan apel, namun untuk pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM) di wilayah DKI Jakarta.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel