Video Hoaks Sepekan: Makam Presiden Pertama Turki Bau Busuk hingga Penyuntikan Vaksin Covid-19 dengan Jarum Kosong di Malaysia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Salah satunya video yang diklaim makam presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk berbau busuk. Klaim ini diunggah oleh salah satu akun Facebook pada 22 Juli 2021 lalu.

Dalam video berdurasi 3 menit 2 detik ini terlihat seseorang sedang merekam vlog di makam Kemal Ataturk di Ankara, Turki. Pada vlog, seseorang tersebut tampak seperti mencium bau yang tidak sedap. Hal ini juga ia ungkapkan beberapa kali pada vlognya.

"Aduh… enggak enak ini baunya," ujar si perekam video.

"Tapi emang banyak orang yang gak kebauan, tapia ane kebauan nih," ucap dia pada detik ke-22.

"Bau… bau.. bau, memang kayaknya orang-orang tertentu aja yang dibauin," ucap si perekam video.

Namun setelah ditelusuri, video yang diklaim makam presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk mengeluarkan bau busuk ternyata tidak benar.

Selain video yang diklaim makam presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk mengeluarkan bau busuk, terdapat video hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Tewasnya Lars Vilks Saat Kecelakaan

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video kecelakaan yang menewaskan pembuat karikatur Nabi Muhammad Lars Vilks
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video kecelakaan yang menewaskan pembuat karikatur Nabi Muhammad Lars Vilks

Cek Fakta Liputan.com mendapati klaim video kecelakaan yang menewaskan pembuat karikatur Nabi Muhammad Lars Vilks. Video tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Oktober 2021.

Unggahan video kecelakaan yang menewaskan pembuat karikatur Nabi Muhammad Lars Vilks menampilkan sebuah mobil hitam dalam kondisi hancur dan terbakar dan pada bagian belakang terdapat kendaraan besar menabraknya.

Video berdurasi 5 menit tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Lars Vilks, Kartunis asal Swedia sekaligus pembuat kartun Nabi Muhammad dilaporkan tewas dalam kecelakaan mobil, Minggu (3/10/2021)"

Setelah ditelusuri, video yang diklaim kecelakaan yang menewaskan pembuat karikatur Nabi Muhammad Lars Vilks tidak benar.

Kecelakaan dalam video tersebut terjadi di Rusia yang terjadi pada 2013, sementara Lars Vilks dilaporkan meninggal karena kecelakaan di dekat kota Markaryd di Swedia selatan, pada Oktober 2021.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Penyuntikan Vaksin Covid-19 dengan Jarum Kosong di Malaysia

Cek Fakta suntikan vaksin covid-19 dengan jarum kosong di Malaysia.
Cek Fakta suntikan vaksin covid-19 dengan jarum kosong di Malaysia.

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan video terkait penyuntikan vaksin covid-19 dengan jarum yang kosong di Malaysia. Video itu beredar sejak akhir pekan lalu.

Salah satu yang mengunggahnya ada di Facebook. Akun itu memposting video berdurasi satu menit dengan narasi sebagai berikut:

"This Malaysian nurse cheated on the vaccination. She showed the filled syringe but used empty syringe to inject ‘empty’ vaccine. She should be locked up"

atau dalam Bahasa Indonesia

"Perawat Malaysia ini curang saat melakukan vaksin. Dia menunjukkan jarum suntik yang diisi tetapi menggunakan jarum suntik kosong untuk menyuntikkan vaksin 'kosong'. Dia harus dikurung."

Setelah ditelusuri, video terkait penyuntikan vaksin covid-19 dengan jarum yang kosong di Malaysia sudah diklarifikasi oleh Pemerintah Malaysia. Remaja tersebut akhirnya sudah mendapat suntikan sesuai dosisnya.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel