Video Hoaks Sepekan: Penampakan Harimau di Kedungjati hingga Megawati Soekarnoputri Meninggal Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Satu di antaranya video yang diklaim kemunculan seekor harimau di Kedungjati, Jawa Tengah beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu channel YouTube pada 24 September 2021.

Video berdurasi 1 menit 36 detik itu diberi judul "Harimau jawa Menolak Punah menampakan diri di daerah kedungjati Jawa tengah".

Terderangar suara laki-laki yang diduga merekam video tersebut. Dia menyebutkan harimau yang ada dalam video berada di Karangnongko.

"Berbahaya segera ditangkap lur," demikian kata perekam video tersebut.

Namun setelah ditelusuri, video yang diklaim kemunculan seekor harimau di Kedungjati, Jawa Tengah ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan hasil editan.

Selain video kemunculan harimau di Kedungjati, Jawa Tengah terdapat video hoaks lainnya yang telah ditelusuri. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Video Megawati Soekarnoputri Meninggal Dunia

Gambar Tangkapan Layar Video Berisi Kabar Hoaks Megawati Soekarnoputri Meninggal Dunia (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Video Berisi Kabar Hoaks Megawati Soekarnoputri Meninggal Dunia (sumber: Facebook).

Video yang diklaim Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meninggal dunia beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada12 September 2021.

Video berdurasi 1 menit 41 detik itu menampilkan rekaman suara yang menyebutkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meninggal dunia. Terdapat juga wawancara politisi PDIP, Henry Yosodiningrat.

"Kami para politisi daripada PDI Perjuangan banyak belajar dengan almarhum. Beliau meninggalkan kesan dan kenangan yang sangat baik, sangat mendalam. Tau-tau siang tadi saya seperti samber geledek, dapat telfon dari seorang ponakannya, dari Dita, Dita itu telfon saya, ..." kata Hendry dalam video itu.

"🇲🇨💥꧁ 🛑"HEBOH JAGAD MAYA..‼️ BENARKAH IBU MEGAWATI MENINGGAL"🛑꧂💥🇲🇨

HEBOH JAGAD MAYA.. BENARKAH IBU MEGAWATI MENINGGAL BERITA PALING VIRAL TERKINI MAAF BUKAN MAKSUT KAMI BIKIN KEGADUHAN DIMASYARAKAT INI VIDEO SAYA TEMUKAN DARI TIKTOK 2021

#HEBOHJAGADMAYA

#BENARKAHIBUMEGAWATIMENINGGAL

#KABARHOAX

"MY CHANNEL SingobarongsYoutuber" :https://bit.ly/3whkjvW

"KLARIFIKASI VIDEO BERITA MENINGGALNYA IBU MEGAWATI" :https://youtu.be/LG58Ao3c_yoالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

"Terimakasih Bossku Telah Like Komen Subscriber Share My Channel SingobarongsYoutuber Semoga Sehat Dimudah kan Semua Urusanya Sukses Lancar Selalu, Allahumma Aamiin" ❤️🙏❤️," tulis salah satu akun Facebook.

Video yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 262 ribu kali ditonton dan mendapat 1.400 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meninggal dunia ternyata tidak benar alias hoaks. Video yang disebarkan salah satu akun Facebook telah dimanipulasi.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel