Video Hoaks Sepekan: Pengawalan Presiden Jokowi di Prancis hingga Menag Yaqut Dicopot

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Salah satunya video yang diklaim iring-iringan pengawalan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Prancis. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 2 November 2021.

Video berdurasi 8 detik itu memperlihatkan iring-iringan sepeda motor yang mengawal rombongan mobil. Sejumlah sepeda motor itu membentuk formasi V di tengah jalan.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan pengawalan terhadap Presiden Jokowi saat berkunjung ke Prancis.

"PENGAWALAN PRESIDEN JOKOWI DI PERANCIS, LUAR BIASA TERHORMAT," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 66 kali ditonton dan mendapat 5 komentar warganet.

Namun setelah ditelusuri, video yang diklaim iring-iringan pengawalan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Prancis ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan iring-iringan pengawalan Ratu Kerajaan Inggris, Elizabeth II.

Selain video yang diklaim iring-iringan pengawalan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Prancis, terdapat video hoaks lainnya yang telah ditelusuri. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pisang Berisi Cacing yang Bisa Bunuh Manusia dalam 12 Jam

Cek Fakta pisang berisi cacing yang membunuh manusia.
Cek Fakta pisang berisi cacing yang membunuh manusia.

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan video yang menyebut ada cacing di dalam buah pisang yang bisa membunuh manusia dalam 12 jam. Video ini banyak disebarkan sejak tengah pekan kemarin.

Salah satu akun yang mengunggahnya berada di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 November 2021.

Dalam postingannya terdapat video seseorang sedang mengupas buah pisang dan terdapat seperti cacing di dalamnya. Video berdurasi 1,5 menit itu juga diberikan narasi:

"Sementara jgn makan dulu pisang ini, ada cacing helicopter dpt membunuh dalam 12 jam. Pisang ini di import dari Philipina"

Setelah ditelusuri, video yang menyebut ada cacing di dalam buah pisang yang bisa membunuh dalam manusia dalam 12 jam adalah tidak benar.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Presiden Jokowi Copot Menag Yaqut pada 27 Oktober 2021

Gambar Tangkapan Layar Video Hoaks yang Diklaim Jokowi Copot Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Video Hoaks yang Diklaim Jokowi Copot Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (sumber: Facebook).

Beberapa waktu lalu tersebar informasi mengenai Presiden Jokowi mencopot Yaqut Cholil Qoumas dari jabatan Menteri Agama. Informasi ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 27 Oktober 2021.

Unggahan tersebut berupa video dengan berisi beberapa cuplikan dari Yaqut dan beberapa politisi yang lain.

Video tersebut telah 10 ribu1,6 juta kali ditonton, 21 ribu kali disukai dan mendapat 21 ribu lebih komentar dari warganet.

Setelah ditelusuri, kabar tentang Presiden Jokowi mencopot Yaqut Cholil Qoumas dari jabatan Menteri Agama ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada berita resmi mengenai informasi tersebut.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel