Video Hoaks Sepekan: Pria Terperosok ke dalam Sumur Resapan hingga Penyiksaan Umat Islam

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Salah satunya video yang diklaim sumur resapan memakan korban. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 9 Desember 2021.

Video berdurasi 11 detik itu memperlihatkan seorang pria yang terperosok ke dalam kubangan. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan isu si korban jatuh di dalam sumur resapan.

"Sumur resapan makan korban , kasihan korbannya jatuh di sumur resapan. Kasihan sumurnya tak berpungsi untuk menampung air hujan, untung hpnya selamat ......," tulis salah satu akun Facebook.

Video yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 624 kali ditonton dan mendapat 13 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim seorang pria terperosok ke dalam sumur resapan ternyata tidak benar. Faktanya, pria dalam video itu terperosok ke parit atau selokan di depan gedung PT Gudang Garam, Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi saat saat banjir melanda Ibu Kota pada Sabtu 8 Februari 2020.

Selain video yang diklaim seorang pria terperosok ke dalam sumur resapan, terdapat video hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jokowi Janjikan Rp 12 Miliar Jika Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2020

Cek Fakta Presiden Jokowi janjikan bonus Rp 12 Miliar untuk Timnas Indonesia jika juara Piala AFF 2020.
Cek Fakta Presiden Jokowi janjikan bonus Rp 12 Miliar untuk Timnas Indonesia jika juara Piala AFF 2020.

Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim Presiden Jokowi akan memberikan bonus Rp 12 miliar jika timnas Indonesia juara Piala AFF 2020. Postingan itu ramai dibagikan sejak beberapa hari lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya berada di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 29 Desember 2021.

Dalam postingannya terdapat video berdurasi 1 menit, 7 detik. Video itu berisi pernyataan Presiden Jokowi sebagai berikut:

"Nanti malam antara timnas Indonesia dan Thailand. Kita semua ingin, rakyat Indonesia ingin agar nanti tim kita, tim Indonesia tarung habis-habisan, kerja mati-matian dan kita semua berharap, kitalah yang menjadi pemenang, menjadi juara.

Dan sudah kita siapkan bonus 12 M untuk pemain, seluruh pemain, untuk menambah semangat seluruh pemain"

Selain itu akun tersebut juga menambahkan narasi

"PRESIDEN JOKOWI KASIH BONUS 12 MILYAR JIKA TIMNAS JUARA AFF 2020 MANTAB...."

Setelah ditelusuri, postingan video yang mengklaim Presiden Jokowi akan memberikan bonus Rp 12 miliar jika timnas Indonesia juara Piala AFF 2020 adalah tidak benar. Faktanya itu merupakan video Presiden Jokowi pada final Piala AFF 2016.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Video Gereja di Prancis Dihancurkan karena Sepi Jemaat

Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Gereja di Prancis Dihancurkan karena Sepi Jemaat (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Gereja di Prancis Dihancurkan karena Sepi Jemaat (sumber: Facebook).

Sebuah video yang diklaim gereja di Prancis dihancurkan karena sepi jemaat beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 26 November 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah video berdurasi 1 menit. Pada detik-detik pertama, tampak sebuah bangunan gereja tengah dirobohkan dengan alat berat.

Kemudian pada detik ke 38 terdapat pemberitaan dari sebuah stasiun televisi berisi kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi di gereja.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar sejumlah gereja di Prancis sengaja dihancurkan karena sepinya jemaat dan kasus pelecehan seksual.

"Banyak gereja di Prancis dihancurkan dikarenakan sepinya jamaah dan kasus pelecehan sexual oleh pendetanya...," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 71 kali ditonton dan mendapat 4 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, kabar tentang sejumlah gereja di Prancis dihancurkan karena sepi jemaat ternyata tidak benar.

Bangunan gereja yang diruntuhkan dalam video tersebut merupakan Gereja Saint-Jacques d'Abbeville di Prancis. Gereja yang diruntuhkan pada 2013 lalu disebabkan biaya perawatan yang tinggi.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Video Penyiksaan Umat Islam

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penyiksaan umat Islam
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penyiksaan umat Islam

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penyiksaan umat Islam, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 Desember 2021.

Klaim video penyiksaan umat Islam menampilkan sejumlah orang sedang berada di dalam kerangkeng yang terendam air.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Kebiadaban kalian terhadap ummat Islam tidak bisa dimaafkan!Kalian tunggu kebangkitan Islam,camkan itu!"

Setelah ditelusuri, video yang diklaim penyiksaan umat Islam tidak benar. Sejumlah orang dalam video tersebut adalah pasukan komando elite GGK Malaysia yang sedang melakukan latihan bertahan hidup.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel