VIDEO: Imbas Pandemi COVID-19, Stok Darah di PMI Bangkalan Menipis

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masa pandemi COVID-19 yang cukup lama, mengakibatkan stok darah di PMI Cabang Bangkalan, Jawa Timur, terancam habis.

Sulitnya mendapatkan pendonor di masa pandemi, menjadi faktor utama menipisnya stok darah. Berikut kita simak pemberitaannya pada Liputan6, 12 November 2020.

Semakin menipisnya stok darah, di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Cabang Bangkalan Jawa Timur, membuat khawatir pengurus PMI Bangkalan. Hingga Rabu pagi, stok darah hanya tersisa 53 kantong. Padahal setiap minggu, dibutuhkan minimal 20 kantong darah.

Muhammad Sarif Husen, petugas PMI Cabang Bangkalan mengatakan, menurut pengurus PMI Cabang Bangkalan, stok darah akan habis dalam beberapa hari ke depan, jika tidak ada penambahan.

Untuk mengatasi kekurangan stok darah, PMI Bangkalan akan melakukan jemput bola, dengan mendatangi ke kantor atau fasilitas publik lainnya, dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan yang ketat, karena pandemi COVID-19.

"Jumlahnya 53 kantong, yaitu terdiri dari golongan darah A, 12, golongan darah B, 14, golongan darah AB, 22, dan golongan darah O, 5, permintaan darah dari rumah sakit itu hariannya mencapai 20 kantong per harinya, kalau satu bulan rata-rata 700 sampai 750 kantong per bulan,” tutur Muhammad Sarif, Petugas PMI Cabang Bangkalan.

Stok darah di PMI Cabang Bangkalan, saat ini diisi oleh pendonor dari jajaran Polres Bangkalan, TNI, dan masyarakat umum, serta mahasiswa, termasuk pendonor darah pengganti, yang biasanya dilakukan untuk mengatasi kekurangan stok darah. PMI juga menghimbau masyarakat datang, dan mendonorkan darahnya di unit-unit PMI terdekat.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.