VIDEO: Inovasi Mudah dan Murah Pengusir Nyamuk Demam Berdarah untuk Emak-Emak

Liputan6.com, Jakarta - Untuk mengantisipasi merebaknya wabah demam berdarah, warga di kawasan Rungkut Mapan Barat Surabaya, membuat alat jebakan dan ramuan pengusir nyamuk. Berbahan alami dengan mendaur ulang sampah, alat ini diklaim bisa efektif mengurangi nyamuk pembawa wabah demam berdarah.

Memasuki musim penghujan, biasanya disertai dengan munculnya penyakit demam berdarah. Mengantisipasi merebaknya penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti ini, warga Rungkut Mapan Barat, RW VIII Surabaya, mulai melakukan tindakan pencegahan.

Warga berupaya mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegypti, dengan membuat jebakan nyamuk atau lavitrap. Pembuatannya hanya menggunakan botol air mineral bekas yang dilapisi plastik hitam dan diberi air gula merah dicampur ragi. Alat ini biasa ditempatkan di bagian rumah yang banyak nyamuknya. Alat ini bisa menjebak nyamuk dan bisa bertahan hingga satu minggu.

Selain perangkap nyamuk, warga juga membuat ramuan dari daun serai yang berfungsi mengusir nyamuk. Pembuatannya pun sangat mudah. Cukup potong daun serai dan dicampur air secukupnya, kemudian letakkan di bagian rumah yang menjadi sarang nyamuk.

Tak hanya itu, warga juga membuat campuran bahan kimia sebagai pengganti fogging. Campuran kimia ini diletakkan di saluran air atau got, dan bisa membuat nyamuk mati.

Selain berbagai upaya itu, warga di kawasan ini juga rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk di setiap rumah warga. Petugas juru pemantau jentik atau jumantik, memastikan setiap rumah warga bebas nyamuk, untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk, terutama aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah. Demikian videonya pada Liputan6, 21 Januari 2020