VIDEO: Jumlah Perawat di Jawa Timur yang Meninggal Akibat COVID-19 Terus Meningkat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus kematian perawat di Jawa Timur akibat terpapar COVID-19 terus terjadi. Saat ini ada 47 perawat yang meninggal, faktor kelelahan diduga menjadi penyebab perawat mudah tertular COVID-19 di Jawa Timur.

Sementara di Magetan, Jawa Timur, sebanyak 11 tenaga kesehatan, salah satu di antaranya dokter, Rumah Sakit Umum Daerah dr Sayidiman terkonfirmasi positif COVID-19, berdasarkan hasil tes swab atau tes usap COVID-19.

Jumlah perawat di Jawa Timur, yang meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 terus bertambah. Rabu pagi, seorang perawat di Rumah Sakit dr Soewandhi Surabaya, Dyah Prima Retnani meninggal. Kematian perawat di Indonesia sudah mencapai 18 persen. Angka ini jauh di atas batas rata-rata kasus dari WHO sebesar 5 persen.

Sementara faktor kelelahan, dan kejenuhan diduga menjadi penyebab tertular COVID-19. Kini total sudah ada 47 perawat di Jawa Timur yang meninggal dunia setelah terpapar COVID-19.

"Ini disebabkan banyak faktor, salah satunya memang tren peningkatan status daripada covid, yang meningkat, sehingga banyak juga OTG, yang kedua, juga bagaimana tentang penggunaan APD dan prokes menjadi perhatian kita semuanya," ujar Ketua DPW PPNI Jawa Timur, Nursalam, seperti dilansir dari Fokus, 17 Desember 2020.

Nursalam menambahkan, faktor ketiga adalah tentang bagaimana kondisi ventilasi. Ia menuturkan, ruangan itu juga penting, peralatan dan seterusnya.

"Dan yang menjadi perhatian kita adalah mungkin terjadinya kejenuhan, sehingga mengakibatkan stres dan cemas, dan ini menjadi catatan kita, oleh karena itu pemerintah, saya sangat berharap bagaimana data yang sudah ada itu supaya perawat menjadi prioritas," kata dia

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sayidiman, Magetan, Jawa Timur, sebanyak 10 tenaga kesehatan, dan satu di antaranya dokter terkonfirmasi positif COVID-19, berdasarkan hasil tes usap COVID-19.

Untuk memutus mata rantai COVID-19, sejak Senin 14 Desember 2020, Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Sayidiman Magetan, ditutup hingga tujuh hari ke depan. Pelayanan kesehatan sementara dialihkan ke IGD rumah sakit Ponorogo, Madiun, dan Lanud Iswahyudi Magetan.

Di Kabupaten Magetan, data per tanggal 16 Desember 2020, ada 758 orang yang dinyatakan positif COVID-19. Sebanyak 623 di antaranya sembuh, 97 dalam perawatan, dan 38 meninggal dunia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.